Al-Hikam-Syaikh Ibnu Aththoillah – Hikmah 1

Sahabats…
Kitab Al-Hikam (arti bahasanya adalah jamak dari hikmah) adalah karya seorang Syaikh Ibnu Aththoillah, seorang yang karena rahmat Allah telah suci qalb/hati beliau dari penguasaan hawa nafsu, syahwat, cinta materi. Dalam beberapa untaian hikmahnya, beliau menggunakan bahasa yang menggambarkan pengalaman penyaksian mata bashirah beliau. Penglihatan bashirah ini jika diverbalkan biasanya menggunakan metafora (perumpamaan) padahal sesungguhnya dalam alam malakut hal itu adalah maujud/berwujud.

Sebaiknya ketika kita mengkaji karya-karya para ulama tashawwuf yang suci, sebisa mungkin kita mampu mengontrol pikiran kita terhadap kejahatan hawa nafsu kita, misalnya berprasangka buruk, menghakimi salah dengan tanpa ilmu, dsb. Insya Allah dengan kewaspadaan ini, Allah akan membimbing dan merahmati kita.

Dengan membaca Bismillahirrahmannirahim, serta kalau sahabat-sahabat tidak berkeberatan mengirimkan fadhillah/keutamaan bacaan QS. Al-Fatihah kepada Sang Syaikh Ibnu Aththoillah dan Ustadz Salim Bahreisy, mari kita awali kajian dan renungan kita.

Hikmah no 1
“Diantara tanda-tanda orang yang senantiasa bersandar kepada amal-amalnya adalah kurangnya rasa harap (kepada rahmat Allah).”

Syekh Fadhlala Haeri memberikan syarah (ulasan) sbb:

Jika kita berasumsi bahwa sumber kekuatan di balik usaha-usaha adalah diri kita sendiri, kita akan kecewa kala hasilnya tidak sesuai dengan harapan-harapan kita. Tetapi, kalau kita benar-benar berserah diri kepada Allah SWT, maka kita akan menyaksikan satunya asal dan penyebab di balik ikhtiar, peranan pribadi kita dalam melaksanakannya, dan juga hasilnya. Kegagalan kemudian hanya akan kita anggap sebagai peringatan untuk memperkuat kesadaran kita akan Kehendak, Rahmat, dan Ke-Pemurahan Allah SWT.

Di mata para shalihin, syuhada’, shidiqqin, serta para Nabi as. terdapat kesatuan total dalam ikhtiar dan hasil.

*oleh Ustadz Salim Bahreisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *