KH. Masykur Ali memberikan sambutan pada pembukaan Musabaqah

Kiai Masykur Ajak Santri Teladani Pangeran Diponegoro

Tegalsari, NUOB – Ketua PCNU Banyuwangi KH. Masykur Ali mengajak para santri untuk meneladani sosok pahlawan Nasional, Pangeran Diponegoro. Pemimpin perang Jawa pada 1825-1830 tersebut, merupakan adalah seorang santri yang layak untuk diteladani.

“Pangeran Diponegoro yang luar biasa melawan penjajah adalah seorang santri,” papar Kiai Masykur dihadapan ribuan santri dalam pembukaan Musabaqah RMI NU Banyuwangi ke-15 di PP. Mambaul Huda, Tegalsari, Kamis malam (30/3).

Pangeran Diponegoro, ungkap pengasuh PP. Ibnu Sina itu, meski merupakan keturunan ningrat, tapi tak menyurutkannya untuk belajar di pesantren. Ia merupakan santri dari Pesantren Gerbang Tinatar Ponorogo yang diasuh oleh Kiai Hasan Basari.

Kesemangatan Pangeran Diponegoro dalam belajar agama, terbukti dari peninggalannya. Setidaknya ada tiga peninggalan penting dari pangeran yang bernama asli Abdul Hamid Herucokro itu. Peninggalan pertama Pangeran Diponegoro tersebut adalah Al-Qur’an. “Artinya, beliau adalah orang yang rajin mengaji,” papar Kiai Masykur.

Sedangkan peninggalan kedua adalah tasbih. “Kalau rajin pegang tasbih, maka bisa dipastikan beliau adalah orang yang rajin berdzikir. Bahkan, beliau merupakan seorang pengikut thariqah Satariyah,” lanjutnya.

Sementara itu, peninggalan yang ketiga adalah kitab Taqrib. Kitab matan tersebut merupakan kitab fiqih karya Syekh Abu Syuja’ As-Syafi’i. “Dari kitab bacaannya tersebut, jelas bahwa Pangeran Diponegoro adalah penganut madzab Syafi’i,” ungkapnya.

Dari keteguhannya dalam belajar agama Islam di pesantren tersebut, menjadikan Pangeran Diponegoro sosok pejuang yang tangguh. Nasionalisme dan sikap anti-imperialisme terpatri dalam jiwanya. “Jika bukan santri, maka tidak akan mungkin akan tumbuh semangat perjuangan dari Pangeran Diponegoro,” cetus Kiai Masykur.

Dari kiprah tersebut, Kiai Masykur kembali menegaskan untuk menjadi santri sebagaimana Pangeran Diponegoro. “Santri harus memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi sebagaimana yang dicontohkan oleh Pangeran Diponegoro,” pungkasnya. (nuob)

 

Comments

comments

Check Also

Pengurus Cabang NU Banyuwangi Masa Khidmat 2018-2023 Segera Dilantik

Banyuwangi, NUOB – Tepat sebulan setelah pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Banyuwangi di PP. …

One comment

  1. Pangeran Diponegoro mempunyai 12 putra dan 10 orang putri, yang keturunannya semuanya kini hidup tersebar di seluruh dunia, termasuk Jawa, Madura, Sulawesi, dan Maluku bahkan di Australia, Serbia, Jerman, Belanda, dan Arab Saudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *