Rezeki yang Berkah

Kala itu, Syaikh Muhamad Amin al-Baghdadi (guru dari guru Syaikh Ali Jum’ah) berjalan bersama para murid beliau. Kemudian datanglah orang yang sedang mabuk, bernama Muhamad Duhani. Ia menghampiri Syaikh al-Baghdadi dan meminta uang. Tanpa ragu beliau memberinya uang.

Sontak, para murid beliau langsung menegur, “Mengapa anda memberinya uang!! Ia akan pergi ke warung bir, membeli minuman keras dan mabuk!!”. Kata mereka dengan nada ingkar.

“Biarlah.. Semoga ini adalah terakhir kalinya ia mabuk”. Jawab Syaikh dengan yakin.

Setelah tiga atau empat hari, mereka melihat Muhamad Duhni menghampiri mereka.
“Apakah kalian melihat Syaikh yang beberapa hari lalu memberi saya uang di sekitar sini?” Tanyanya.

“Mengapa kamu mencarinya?” Tanya mereka heran.

“Saat itu terjadi kejadian yang sangat aneh. Saya membeli minuman keras dengan uang pemberian Syaikh. Setiap kali saya meminumnya saya langsung muntah. Minum lagi muntah lagi, hingga saya benar-benar membenci minuman keras dan bertaubat kepada Allah”.Ceritanya.

Sejak saat itu ia menjadi murid Syaikh al-Baghdadi dan mengamalkan tarekat beliau.

Setelah beberapa bulan menjadi pengikut Syaikh al-Baghdadi, keadaannya menjadi sangat baik. Kini ia rajin salat dan berakhlak baik. Namun ada keanehan yang sangat ingin ia tanyakan.

“Wahai guruku. Apakah yang menjadi muridmu pasti jatuh miskin?”

“Ada apa?” Tanya Syaikh.

“Sebelum saya mengikuti anda, pemasukan bulanan saya sebanyak 6 keping uang emas. Namun semenjak saya berguru kepada anda, pemasukan bulanan saya berkurang menjadi 3 keping uang emas saja. Apakah ini memang biasa terjadi pada anda dan murid anda? Kenapa rezeki saya saat saya dulu ahli maksiat lebih banyak dari rezeki saya setelah tobat?” Keluhnya.

“Benarkah begitu? Mari kita hitung bersama. Berapa banyak uang yang kamu keluarkan untuk minuman kerasmu?”

“3 keping uang emas”

“Nah.. Berarti 3 dari 6 keping uang emasmu bukan rezekimu. Setelah kamu tobat, Allah memberimu sesuai jatahmu saja. Dulu Allah memberimu 6 keping, 3 untukmu dan 3 lainnya membawa pada dosa besar. Sekarang Allah tidak lagi memberimu 3 keping yang membawamu pada dosa!!” Ujar Syaikh al-Baghdadi meyakinkan.

Sumber: Maulana Syaikh Ali Jum’ah (Dari fb Dr. Ali Gomaa)

 

Comments

comments

Check Also

Sikap Tawadhu’ Mbah Kiai Umar Abdul Mannan

Mbah Kiai Umar Abdul Mannan (wafat 1980), pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta, dikenal luas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *