Pulok, Nasi Berkat Khas Thailand Selatan

Jika di Nusantara kita mengenal nasi tumpeng, nasi gulung, jenang merah, jenang suro dan lainnya sebagai hidangan selamatan atau dikenal pula dengan berkat, maka di Thailand Selatan ada namanya nasi pulok.
Nasi pulok bukan sekedar nasi seperti yang ada di tanah air. Nasi pulok adalah beras ketan yang ditanak biasa dan di makan dengan ayam goreng atau abon ikan.
Nasi pulok biasa di sajikan saat ada acara-acara tertentu, seperti selametan sebelum berangkat haji, tahlilan, pernikahan dan beberpa acara lainnya.
Hidangan nasi pulok
Ada tiga macam warna nasi pulok. Yaitu putih, merah, dan kuning. Tak ada makna tertentu dalam warna nasi pulok tersebut. Hanya saja ada beberapa waktu tertentu untuk menyajikannya.
Saat pernikahan misalnya, setelah kedua mempelai selesai melangsungkan ijab qobul biasanya ada saat dimana mereka berdua memakan nasi pulok warna kuning dan merah. Ini adalah momen pertama mereka makan berdua. Dan beberapa orang menyakini bahwa dengan ini mereka bisa hidup bahagia sampai akhir hayat.
Hampir sama seperti jenang abang dan putih jika di indonesia. Nasi pulok putih sebagai syarat ketika ada hajatan dan di sajikan sebagai makanan pembuka.
Nasi pulok sendiri sudah menjadi budaya sejak Kerajaan Patani. Keluarga kerajaan sering menghidangkan nasi pulok saat ada acara-acara resmi kerajaan.
“Ini sudah menjadi budaya sejak dulu, sebagai salah satu hal yang harus di lestarikan. Tapi ada juga masyarakat menjalankan adat itu dan ada juga yang sudah melupakan budaya itu,” ungkap Muhammad Syukri salah satu masyarakat Gok Bata, Yarang Pattani.
Perpaduan budaya dan agama sangat terasa di wilayah Pattani dan Thailand Selatan pada umumnya. Tak ubahnya di Indonesia, agama dan budaya berkelindan saling mempengaruhi. Perpaduan antara cinta tanah air dan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa. (*)
 #NoteFromThailand ini adalah catatan salah satu reporter NU Online Banyuwangi Fahmi Nuris Syafa’at yang sedang melakukan tugas akademik di Thailand. Dalam beberapa waktu ke depan akan ditayangkan catatan-catatan tentang kultur keagamaan di tanah rantaunya.

Comments

comments

Check Also

Mudik Itu Ibadah

Oleh Muhammad Sulton Fatoni Sabtu pagi (9/6), suasana Gedung PBNU mulai ramai didatangi warga Jakarta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *