Tiga Perintah Allah yang Berpasangan

Banyuwangi, NUOB – Ada tiga jenis perintah yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim. Juga dari ketiga perintah ini memiliki keterkaitan.

“Jika hanya dilakukan dan dipilih salah satunya, maka akan mengundang murka Allah,” ungkap Habib Muhsin Al-Habsy dalam acara bulanan istighosah dan sholawat nariyah di Pondok Pesantren Subulus Salam, Jl. Citarum No. 46, Panderejo, Kecamatan Banyuwangi. Jumat malam (28/7).

Pertama adalah perintah taat kepada Allah dan Rosulnya. Tidak bisa mengandalkan satu ketaatan kepada Allah saja, begitu sebaliknya. Karena perintah pertama ini saling berkaitan.

“Maka menjadi sangat penting sekali malam ini, kita semua berkumpul dalam majelis yang mengagungkan asma Allah SWT dan nama Nabi Muhammad SAW. Dinukilkan dari Kitab Ratib Al-Athas bahwa, dimanapun tempat yang disebutkan dan diagungkan nama Allah SWT dan Rasulullah SAW. Tak lain tempat tersebut mengeluarkan wangi yang sangat semerbak nan harum,” ungkap Habib Muhsin dihadapan ratusan jamaah rutin yang hadir dan para alumni Pondok Pesantren Subulus Salam.

“Keharuman wanginya dapat dirasakan dan dicium oleh seluruh makhluk Allah yang ada di bumi dan laut. Hanya manusia dan jin lah yang tidak dapat mencium keharuman wanginya. Akibat Allah memberikan hijab (penghalang). Andaikan Allah SWT menakdirkan hijab kita dibuka, secara otomatis para hadirin akan mencintai perkumpulan majelis-majelis seperti ini. Dan melupakan pekerjaan, keluarga, anak, dan istri,” ulas Habib Muhsin.

Kemudian perintah yang kedua, lanjutnya, mendirikan sholat dan menunaikan zakat. “Saya tegaskan kembali bahwa perintah ini dilaksanakan saling berkaitan. Tidak bisa dipilih-pilih. Baik mulai perintah awal sampai ketiga,” tegasnya.

Dan perintah yang terakhir, tutur Habib Muhsin, bersyukur kepada Allah SWT dan bersyukur kepada orang tua. “Hakikinya ada tiga orang yang masuk kriteria sebagai orang tua kita. Yang pertama adalah orang tua kandung yang melahirkan kita semua, kedua adalah mertua, dan orang tua terakhir bagi kita semua adalah seorang guru. Ya, guru yang telah mengajarkan ilmu kepada kita,” jelasnya.

Habib Muhsin berharap, semoga acara dan perkumpulan majelis-majelis seperti menjadi perkumpulan yang istiqomah. “Sehingga kita semua dapat terus belajar dan mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan,” pungkasnya. (Sholeh)

Comments

comments

Check Also

H-17: PC IPNU-IPPNU Banyuwangi Akan Gelar Konfercab

Banyuwangi, NUOB- Agenda Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Kabupaten Banyuwangi tinggal tujuh belas hari lagi. …

One comment

  1. Alhamdulillah sae kang…. Mugi-mugi barokah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *