Jamaah haji tiba di tanah air

Merubah Nama Seusai Haji

Salah satu tradisi bagi orang yang usai menunaikan ibadah haji adalah merubah namanya. Biasanya dirubah atau sekedar ditambah dengan bahasa Arab. Seperti halnya nama pendiri Muhammadiyah, Darwis, yang diganti dengan Ahmad Dahlan, seusai menunaikan ibadah haji. Atau Kiai Saleh Lateng yang mendapatkan imbuhan Syamsudin setelah pulang dari tanah suci itu.

Lantas, apakah hukum tradisi perubahan nama seusai ibadah haji tersebut, jika ditinjau dalam perspektif fiqih?
Sebenarnya, pertanyaan tersebut telah lama diajukan pada forum bahtsul masail Muktamar ke-8 Nahdlatul Ulama di Jakarta, Mei 1933. Sebuah pertanyaan dari Gresik menanyakan hal tersebut.
Berdasarkan hasil bahtsul masa’il tersebut, jawabannya di-tafsil (diperinci). Hukumnya bisa wajib, sunnah, mubah, bahkan bisa haram, tergantung dengan nama itu sendiri. Sebagaimana didasarkan pada pendapat Syekh Muhammad Amin al-Kurdi dalam kitab Tanwirul Qulub.
“Wajib hukumnya mengubah nama-nama yang haram, dan sunnah mengubah nama-nama yang makruh.” (hal. 234)
Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasiyah al-Bajuri (hal. 305/ Juz II) menjelaskan, nama yang dimakruhkan adalah nama-nama yang berarti jelek, seperti himar (keledai) dan setiap nama yang diprasangkai buruk (tathayyur) yang memiliki makna penafian atau pengitsbatannya.
Sedangkan perubahan nama bisa diharamkan, jika pengubahannya menggunakan nama-nama yang diharamkan. Yaitu, nama yang memiliki arti menyekutukan ke-Esa-an Allah SWT. Seperti halnya memberi nama Abdul Ka’bah (hamba Ka’bah), Abdul Hasan (hamba Hasan) dan Abdul Ali (hamba Ali).
Lebih lanjut, dalam Bajuri dijelaskan, hukum sebuah nama itu, didasarkan dari sebuah hadits Nabi Muhammad: “Kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian, maka perbaguslah nama-nama kalian.”
Dengan demikian, mengubah nama tersebut, tergantung dengan nama asalnya. Namun, untuk mendapatkan nama yang baik, tidak harus menunggu haji loh. (ay)

Check Also

Ini Sebab Orang Tua Ahli Ibadah Masuk Neraka

Lombok Tengah, NUOB- Adalah sebuah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan untuk senantiasa menuntut ilmu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *