ilustrasi

Pemuda yang Membunuh Ibu Kandungnya

Seorang pemuda yang begitu masyhur akan keberanian dipanggil oleh raja. Dihadapan sang raja, pemuda itu mendapat tantangan.

“Jika engkau memang pemberani, bunuh ibumu dan bawa jantungnya ke hadapanku,” tantang si raja.

Pemuda itu terdiam.

“Jika engkau berhasil melakukannya, aku akan memberimu hadiah yang besar,” bujuk sang raja.

Tanpa pikir panjang, pemuda itu menyanggupinya. Lalu, ia bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, pemuda itu langsung menghunuskan pedang ke ibunya. Seketika perempuan yang telah mengandung dan membesarkannya itu mati. Seakan telah habis hati nurani pemuda itu, dada ibunya ia koyak. Direnggutnya jantung ibunya yang masih berdenyut pelan itu.

Dengan tangan berlumur darah, jantung ibunya ia bawa ke hadapan sang raja.

Di tengah perjalanan, kaki pemuda itu tersandung. Tubuh pemuda itu terperosok di jalanan. Jantung ibunya yang ia genggam itu terlempar.

Jantung yang terjatuh di hadapan pemuda itu bisa bersuara. “Tak apa-apa kamu, nak?”

“Tidakkah ada yang luka?”

Suara jantung itu, mirip dengan suara ibunya.

Seketika itu pula, pemuda itu langsung terisak. Meledak tangisnya. Betapa menyesalnya ia telah membunuh ibunya sendiri hanya demi harta dan prestise di depan raja.

“Ibu, engkau masih sayang padaku meski tanganku sendiri yang menikammu,” pemuda itu menyesal.

Di tengah penyesalan dan kekalutannya, pemuda itu kembali menarik pedang dari sarungnya.

“Untuk menebus semua dosaku, aku pun harus mati dengan tanganku sendiri,” gumam pemuda itu.

Lagi-lagi, diluar dugaan, jantung itu kembali berteriak.

“Jangan anakku, jangan engkau membunuh hingga kedua kalinya. Jangan bunub dirimu sendiri, cukup aku saja yang engkau bunuh,”

Tambah hancurlah hati pemuda itu. Ia urungkan keinginannya tuk bunuh diri. Matanya makin basah.

“Basuh dosa-dosamu dengan air mata itu. Bertobatlah. Dekatkan dirimu dengan Allah SWT,” ibu pemuda itu menasehati lewat jantungnya.

Semenjak itulah, pemuda itu bertobat. (ay)

Check Also

Aisyah dan Kecemburuannya

Diantara Ummuhatul Mu’minin (julukan untuk para istri Nabi) yang paling spesial adalah Aisyah binti Abu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *