Sayyidina Umar dan Kakek Tua

Seperti biasa, pada suatu malam, bersama dengan Abdullah bin Mas’ud, Amirul Mukminin Umar bin Khattab blusukan memantau kondisi rakyatnya.

Di tengah kegelapan itu, tampak seberkas cahaya yang memancar dari sebuah rumah. Didatangilah rumah itu.

Betapa terperanjatnya Umar kala memasuki rumah itu. Seorang kakek tua dengan ditemani khamr dan seorang biduanita yang melenggak lenggok erotis di hadapannya. Seketika Umar langsung memarahi lelaki tua itu.

“Aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih buruk dari pemandangan ini dan seorang lelaki tua yang menunggu agar kepalanya dipancung,” bentak Umar.

Tak kalah kagetnya lelaki tua itu. Lalu, ia balik membentak Umar. “Ya Amirul Mukminin! Apa yang engkau lakukan ini lebih buruk. Engkau telah mencari-cari kesalahan orang lain dan engkau telah masuk ke rumah orang lain tanpa izin.”

Umar menyadari kesalahannya. “Kamu benar,” jawab Umar lalu keluar seraya mengutuki kesalahannya tersebut. “Ibuku kehilangan Umar! Jika Allah tak mengampuni dosaku,” rutuk Umar.

Setelah kejadian itu, lelaki tua itu tak pernah menampakkan batang hidungnya dihadapan Umar. Ia takut dihukum. Sehingga pada suatu hari, Umar melihat lelaki tua itu, sedang duduk meringkuk menyembunyikan diri dari pandangan Umar kala mengisi suatu majelis.

Mengetahui hal itu, seusai majelis, Umar memanggil lelaki itu. “Demi Dia yang mengutus Muhammad sebagai rosul, aku tidak memberi tahu seorang pun akan perbuatanmu pada malam itu, bahkan kepada Abdullah bin Mas’ud yang menemaniku malam itu,” bisik Umar perlahan.

Dengan berbisik pula, lelaki itu berkata pada Umar. “Tidak juga aku. Demi Dia yang mengutus Muhammad dengan agama yang hak dan sebagai seorang rosul. Aku tidak melakukan perbuatan itu lagi higga aku duduk di majelis ini.”

Seketika Umar berteriak, “Allahu Akbar!”

Orang-orang di majelis itu pun kaget dan tak pernah tau kenapa Umar bertakbir.

(Diriwayatkan oleh Abu asy Syaikh dari as Sadi sebagaimana tertulis dalam kitab al-Kanz yang dikutip oleh Maulana Muhammad Yusuf al Kandahlawi dalam bukunya ‘Hayatush Shahabah’)

Check Also

Aisyah dan Kecemburuannya

Diantara Ummuhatul Mu’minin (julukan untuk para istri Nabi) yang paling spesial adalah Aisyah binti Abu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *