Ketemu Kiai Masykur Ali di Istana, Jokowi Janji Datang ke Banyuwangi

Jakarta, NUOB – Tak semua orang bisa hadir dalam upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara. Lebih-lebih sampai duduk di tribun VVIP bersama para mantan presiden dan keluarganya. Di antara sedikit orang tersebut, ia adalah Ketua PCNU Banyuwangi KH. Masykur Ali.

Dalam undangan upacara kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia itu, Kiai Masykur duduk di baris kursi di belakang Presiden Joko Widodo. Ia satu duduk satu deret dengan Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan tamu kehormatan lainnya. “Hanya sepuluh orang ulama yang mendapat undangan khusus tersebut. Diantaranya Habib Lutfi Pekalongan dan Kiai Tijjani, Pengasuh Pesantren Al-Amin, Sumenep,” tutur ketua NU tiga periode tersebut.
Kiai Masykur sempat terkejut menerima undangan tersebut. Karena tak semua tokoh agama yang mendapatkan kesempatan demikian. Terlebih untuk ulama asal daerah yang cukup jauh dari ibu kota negara. “Saya masih bingung, kenapa saya yang diundang. Padahal, di tapal kuda (Jawa Timur bagian timur) ini, masih banyak ulama sepuh dan memiliki pesantren besar yang lebih layak sebenarnya untuk diundang,” ujarnya merendah.
Tak sekedar diundang dalam upacara, Kiai Masykur juga dipersilakan untuk memasuki Istana Negara. Disana terdapat sesi khusus antara Presiden Jokowi dengan sepuluh ulama dari berbagai daerah yang diundang secara khusus tersebut. Dalam pertemuan tersebut, selain membicarakan tentang isu terkini, Presiden Jokowi juga menyampaikan beberapa programnya yang berkaitan dengan pesantren.
“Diantaranya yang dibahas adalah rencana pengembangan bank syariah berbasis pesantren,” ujar Kiai Masykur tanpa memerincinya lebih detail kepada NUOB saat dihubungi via handphone.
Dalam kesempatan istimewa tersebut, Kiai Masykur memanfaatkannya untuk mengundang Jokowi datang ke Banyuwangi. “Pak presiden telah datang kemarin ke Jember. Juga telah datang ke Situbondo. Tapi, belum pernah datang ke Banyuwangi. Kapan mau mampir ke Banyuwangi, pak?” cerita Kiai Masykur membujuk Jokowi.
Presiden Jokowi (baju hitam) bersalaman dengan Kiai Masykur Ali (batik coklat) di Istana Negara
Mendapat undangan demikian, Jokowi seketika memeluk Kiai Masykur. Ia berjanji akan segera mengagendakan untuk datang ke daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut. “Saya akan segera cari waktu. Nanti, saya agendakan selama tiga hari untuk mengunjungi Banyuwangi,” janji Jokowi sebagaimana dituturkan Kiai Masykur.
Janji kedatangan Jokowi ke Banyuwangi merupakan kabar gembira. Dengan datangnya orang nomor satu di Indonesia itu, Kiai Masykur berharap akan juga membawa program yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat Banyuwangi.
“Kalau yang datang presiden, tentunya tidak sekedar datang. Pasti ada pula program pembangunan atau lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi. Ini tentunya yang menjadi harapan saya,” pungkasnya. (ay)

Comments

comments

Check Also

H-17: PC IPNU-IPPNU Banyuwangi Akan Gelar Konfercab

Banyuwangi, NUOB- Agenda Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Kabupaten Banyuwangi tinggal tujuh belas hari lagi. …

One comment

  1. Saringwiharjo

    Smg kehadiran Presiden Jokowi membawa banyak kebaikan, untuk masyarakat BWI. Amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *