Bagaimana Hukum Mensholati Orang Bunuh Diri?

Kasus bunuh diri kerap terjadi dalam kehidupan. Ketakkuatan iman menghadapi ujian kehidupan, terkadang membuat orang berpikir pendek dengan mengakhiri hidupnya. Ia berpikir dengan mengakhiri hidupnya, maka akan berakhir pula permasalahan hidupnya.

Tentu saja anggapan demikian tak benar. Tindakan bunuh diri bukannya menyelesaikan masalah, justru malah memicu lahirnya permasalahan baru. Yang tak jarang permasalahan tersebut justru semakin. Tidak hanya itu, perbuatan yang dilaknat oleh Allah SWT ith, juga menimbulkan permasalahan tersendiri bagi umat muslim lain.

Sebagai jenazah, tentu orang yang bunuh diri itu, harus mendapat perlakuan selayaknya jenazah. Tetangga disekitarnya, fardlu kifayah hukumnya untuk memandikan, mengkafani, mensholatkan hingga memakamkannya. Akan tetapi, di sisi lain, perbuatan bunuh diri tersebut, dilaknat oleh Islam. Lantas, bagaimanakah hukum mensholati jenazah orang yang mati bunuh diri?

Dalam ‘Mausuah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah’, Juz 6 halaman 294 – 296, menjelaskan hal tersebut. Menurut jumhur ulama fiqih, wajib bagi sebagian muslim (fardlu kifayah) untuk mensholatinya.

 

– يَرَى جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ (الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ) أَنَّ الْمُنْتَحِرَ يُصَلَّى عَلَيْهِ، لأَِنَّهُ لَمْ يَخْرُجْ عَنِ الإِْسْلاَمِ بِسَبَبِ قَتْلِهِ نَفْسَهُ كَمَا تَقَدَّمَ

 

“Mayoritas ahli fiqih (Hanafiyah, Malikiyah dan Syafiiyah) berpendapat, bahwa harus tetap mensholati terhadap orang yang mati bunuh diri. Karena orang bunuh diri itu, tidak dianggap keluar dari Islam (murtad) disebabkan oleh membunuh dirinya sendiri sebagaimana di awal.”

Pendapat tersebut dilandaskan pada hadits Nabi Muhammad yang menyatakan bahwa perintah melaksanakan sholat jenazah bagi orang yang mengatakan Laa ilaaha illallah.

 

، وَلِمَا وَرَدَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَال: صَلُّوا عَلَى مَنْ قَال لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ،

“Sebagaimana berlaku bahwa Nabi SAW telah bersabda: sholatkanlah atas orang yang berkata: tiada Tuhan selain Allah,”

Dengan demikian, mensholati jenazah orang yang mati bunuh diri itu tetap fardlu kifayah. Suatu masyarakat tetap wajib memuliakan sang mayat sehingga ada sebagian masyarakat telah melakukannya. (ay)

Check Also

Hukum Minum oleh Khatib atau Jamaah Saat Khutbah Berlangsung

Assalamu ’alaikum wr. wb. Redaksi Bahtsul Masail NU Online yang kami hormati. Semoga selalu dalam lindungan Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *