Kala Kiai Wahid Bersua Nabi Khidir

Banyuwangi, NUOB- Kiai Abdul Wahid merupakan salah satu santri kesayangan Kiai Hamid Pasuruan. Sejak belia, Wahid muda mondok di Pesantren Salafiyah Pasuruan asuhan waliyullah Kiai Hamid. Wahid menjadi santri yang cerdas nan penurut. Belum genap berusia 20 tahun, beliau telah hafal al-Quran. Tak ayal, Kiai Hamid pun menaruh perhatian yang berlebih.

Kecintaan Kiai Hamid pada putra Blambangan yang kelak dinikahkan dengan sanak familinya – Fatmawati binti Kiai Ahmad Qusyairi – itu, makin bertamba karena Wahid muda yang juga rajin bertirakat. Selain menghafalkan al-Quran, beliau juga berpuasa dalail selama tiga tahun.

Sampai ketika, kala Wahid muda yang sudah hafal al-Quran dan menyelesaikan tirakatnya itu, dipanggil Kiai Hamid. Saat itu, sekitar pukul 3 dini hari. Kiai Hamid menyuruhnya mengisi bak mandi.

Tak ada firasat apapun. Seperti biasanya, Wahid pun sering disuruh (atau tidak) mengisi bak mandi kiainya tersebut. Ia pun menimba sumur dengan santai.

Tiba-tiba, tak pernah Wahid muda menduga. Ada sosok seorang lelaki berdiri tak jauh dari sumur tempat ia menimba.

Khidir. Ya, Nabiallah Khidir datang dihadapan Wahid yang sedang menimba itu.

Spontan, Wahid pun menghampiri Nabi yang hidup panjang itu. Ia bermaksud hendak menjabat dan menciumnya. Namun, Khidir tak segera menyalami tangannya.

Akhirnya, Wahid terus membuntutinya. Berputar-putar mengitari sumur. Hingga, akhirnya, Khidir pun menyalami beliau.
“Akhirnya, saya sekita langsung lancar berbahasa Arab,” tiru Ustad Halim kala menceritakan kisah Kiai Wahid di atas.

Ustad Halim sendiri merupakan santri kesayangannya Kiai Wahid saat mondok di pesantrennya di Kertosari, PP Al-Anwari. Kisah itu beliau ceritakan kala pertemuan alumni PP. Al-Anwari saat Haul ke-26 Kiai Wahid, 27 Maret 2016.

“Almarhum mendapatkan barakah laduni atas perjumpaannya dengan Nabi Khidir,” pungkasnya. (ay/noe)

Comments

comments

Check Also

Tuan Guru Majid dan Kaitannya dengan Banyuwangi

Banyuwangi, NUOB- Masih dalam peringatan Hari Pahlawan, ada empat tokoh yang ditetapkan menjadi pahlawan Nasional. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *