Peringati HSN, Majelis TPQ Blimbingsari Gelar Upacara dan Pawai Ta’aruf Santri

Banyuwangi, NUOB- Peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Pada tahun ke tiga ini peringatan HSN dilakukan hampir seluruh lembaga pendidikan di tingkat kecamatan bahkan masing-masing pondok pesantren di seluruh Kabupaten Banyuwangi.

Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Kordinator Kecamatan TPQ di Kecamatan Blimbingsari. Sekitar 1.200 santri dari seluruh TPQ se-Kecamatan Blimbingsari sejak pukul 05.00 berkumpul di halaman MI MIFTAHUL ULUM Patoman. Satu jam kemudian mereka beranjak untuk melakukan kirab mengelilingi desa patoman. Antusisame masayarakat patoman dalam menyambut kegiatan ini cukup baik, hampir sepanjang rute perjalanan dipenuhi oleh penonton, iringan marching band, rebana sholawat dan orasi sejarah semakin membuat suasana kian hidup.

Abdul Hafid, Ketua Pantia HSN TPQ Kecamatan Blimbingsari Menyampaiakan, kegiatan ini kirab ini dilakukan sebagai sarana untuk mengingat kembali sejarah yang pernah tidak terungkap. Seperti diketahui, perjuangan ulama dalam perjuangan kemerdekaan baru diakuai oleh pemerintah tiga tahun yang lalu. Hafid juga menjelaskan bahwa kegiatan kirab ini merupakan upaya untuk mensyi’arkan perjuangan yang pernah dilakukan oleh ulama dan santri.

‘’Pelaksanaan pawai ini merupakan sarana untuk memeberitahu masyarakat, bahwa santri punya peranan besar dalam sejarah perjuangan negeri ini. Hrapanya masyarakat tidak ragu untuk mempercayakan anak-anaknya yang sekrang di TPQ maupun yang tidak untuk melanjutkan pendidikan di Pesantren,’’ ungkap pengasuh TPQ Miftahul Huda Patoman tersebut.

Pasca pelaksanaan jalan sehat kemudian dilanjutkan dengan Upacara Hari Santri Nasional yang digelar di Halaman MI Miftahul Ulum Patoman. Dalam kesempatan ini Pembina upacara Ustad Muslimin, S.Pd.I menyinggug tentang tantangan bangsa di masa kini. Menurutnya dalam situasi seperti saat ini ditengah kenakalan remaja yang kian marak, santri dan pondok pesantrenlah salah satu pioner yang hari ini bisa diandalakan untuk mengatasi permasalahan, mengingat sekolah formal dianggap kurang mampu untuk menyelsaikan problem tersebut.

‘’Santri dan Pesantrenlah menjadi oase penyegar di tengah problem kenakalan remaja yang kian hari kian menghawatirkan,’’ ungkap Muslimin.

Muslimin juga berpesan kepada seluruh santri yang hadir dalam upcara, untuk terus melanjutkan study pendidikanya hingga jenjang yang tingga, agar supaya merka para santri mampu mejawab tantangan di eranya. (noe)

Check Also

LDKS: MTs Al-Huda, Bangorejo Bekali Siswanya dengan Skill Organisasi

Bangorejo, NUOB- Pelajar merupakan bagian dari pemuda penerus cita-cita bangsa, oleh karena itu sekolah sebagai lembaga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *