Momentum Hari Santri, PK IPNU-IPPNU MTs Al-Huda Tabarukan ke Pondok Pesantren

Bangorejo, NUOB- Seremonial Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober telah berlalu, namun semangat dalam belajar harus lebih meningkat. Setidaknya hal itulah yang ditunjukkan 100  santri Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU MTs Al-Huda Sukorejo, bersilaturrahim ke pondok pesantren yang ada di Bangorejo, Rabu, (25/10) siang.

Dalam kegiatan ini ada 5 lima pondok pesantren yang dikunjungi yaitu Kiai Mansur, Pondok Pesantren Darul Manan Ringintelu, Kyai Mubarok Hasim Pesantren Raudlatul Hufadzil Qur’an Sukorejo, pesantren Darul Abror Sukorejo, Gus M. Khoirul Ali, Pesantren An-Nur Sukorejo Kyai Khumaidi, dan pesantren Darus Syafa’ah Kesilir Kyai Zakaria.

Kiai Zakaria Pengasuh Pondok Pesantren Darussyafa’ah Kesilir menyampaikan tentang bagaimana tata cara seorang murid dalam menuntut ilmu. Kiai Zakaria mengutip beberapa point yang termaktub dalam kitab Ta’lim Mutaálim. Dalam  Ta’limul Muta’alim disebutkan bahwa ada 6 syarat diantaranya kemaun yang kuat, sabar, modal, guru, serta waktu yang lama.

”Di Nadham kitab Ta’lim disebutkan, orang yang mencari ilmu harus punya semangat atau ambisi, sabar, ada modal materi, trus ada guru yang mengajarkan dan harus ditempuh dalam waktu yang tidak sebentar,” tutur Kiai Zakaria.

Selanjutnya ditempat berbeda Kyai Mansur menuturkan, bahwa santri itu harus sering mohon doa restu kyai dalam segala aktifitas. Tabarruk (ngalap berkah) adalah salah satu nilai yang diajarkan dalam agama Islam dan bukanlah hal baru, sebab generasi sahabat dan para salaf telah meneladankan tradisi tersebut.

”Telah kita ketahui bersama dalam kitab-kitab sirah Nabawiyah bagaimana para sahabat berebut untuk mendapatkan tetesan wudhu Baginda Nabi SAW. Beliau Nabi Muhammad SAW, tak sekalipun melarang perbuatan itu. Berkah itu sesungguhnya ada, dan bisa diraih lewat perantara orang-orang yang sangat dekat dengan Allah SWT’,” tutur Kiai Mansur kepada segenap kader IPNU-IPPNU yang hadir.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang baik dari Muhammad Yasin Waka Kesiswaan MTs Al-Huda, Menurutnya kegiatan semacanm ini haru terus dilanjutkan, karena bagaimanapun juga pondok pesantren dan Kiai adalah simbol sekaligus sumber ilmu pengetahuan. Dengan melakukan kegiatan semacam ini diaharapkan para siswa/santri lebih dekat dan mengenal dunia pesantren serta mereka juga bisa belajar pada orang-orang yang sukses yang lahir di pesantren.

”Program ini patut didukung, agar siswa/santri dapat memahami bahwa tidak sedikit orang yang sukses dari pondok pesantren. Agar  mereka tau bahwa sukses meraka juga merupakan karena keridhoan sang kyai. Sehingga nanti mereka lebih menghormati guru-gurunya baik guru diniah mapun di sekolah,” ungkap Yasin.

(ys/noe)

 

 

 

 

 

Check Also

LDKS: MTs Al-Huda, Bangorejo Bekali Siswanya dengan Skill Organisasi

Bangorejo, NUOB- Pelajar merupakan bagian dari pemuda penerus cita-cita bangsa, oleh karena itu sekolah sebagai lembaga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *