Ketua KKM MI Bangorejo: Madrasah Tidak Hanya Belajar Agama

Bangorejo, NUOB- Walau gebyar Hari Santri Nasional  22 Oktober telah lewat sepekan yang lalu, tapi panji semangat masih berkibar di jiwa santri Madrasah Ibtidaiyah di bawah Lembaga Pendidikan Islam Ma’arif kecamatan Bangorejo, Sabtu (28/10/) pagi.

Saat itu, Jalur jalan raya Kedungringin sampai Sambimulyo terpenuhi oleh santri madrasah ibtidaiyah, melaksanakan Pawai Ta’aruf Drumband yang ke-2 kalinya dalam rangka Hari Santri Nasional KKM MI se-Kecamatan Bangorejo.

Untuk kali ini kegiatan yang di ikuti 13 madrasah ibtidaiyah serta civitas akademika madrasah se Kecamatan Bangorejo. Adanya Marching Band dari MTs Negeri Sambirejo sebagai tamu undangan semakin menambah semarak kegiatan tahun ini.

Kegiatan Taáruf Marching Band ini merupakan salah satu bukti bahwa Madrasah Ibtidaiayah bukan hanya belajar ngaji dan belajar agama saja, namun juga mendukung dan mengembangkan potensi kreativitas siswa seabagaimana yang dilakukan oleh sekolah-sekolah pada umumnya.

”Dari dulu kita kerap mendapat stigma bahwa madrasah itu hanya belajar agama, lulusan madarasah tidak bisa melanjutkan ke SMP Negeri, dan banyak lagi yang lain. Dalam momentum ini kita tunjukkan kepada masayarakat bahwa Madrasah tidak hanya belajar agama, dan ilmu pengetahuan tapi Madrasah juga turut mewadahi dan mengembangkan bakat dan minat para siswanya.” ujar ketua KKM Ma se-Kecamatan Bangorejo.

Dalam pembukaan pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional, Sumardi selaku Panitia menyampaikan landasan historis mengapa hari santri ditetapkan pada tanggal 22 Oktober. Menurut pemaparanya 72 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21-22 Oktober 1945 wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya untuk membicarakan menganai sikap NU terhadap kedatangan sekutu yang hendak merebut kemerdekaan. Dari pertemuan tersebut akhirnya munculah rumusan seruan jihad fi sabilillah yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

”Penetapan hari santri ini sebagai penghargaan Negara terhadap jasa para santri dan ulama yang turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan indonesia, yang mana santri dan ulama berdiri digarda terdepan membentengi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sumardi

Ditempat yang sama Fuad Musyaddad selaku kepala desa Temurejo merasa bangga dan terhormat dengan even pawai taaruf Hari Santri Nasional yang selalu dijadikan finish kegiatan. Dia juga berpesan akan selalu mendukung kegiatan ahlussunah wal jamaah an-nahdliyah di kecamatan Bangorejo khususnya di desa Temurejo, semoga tahun depan kegiatan semacam ini bisa terlaksana lebih meriah. (Yasin/Noe)

Check Also

LDKS: MTs Al-Huda, Bangorejo Bekali Siswanya dengan Skill Organisasi

Bangorejo, NUOB- Pelajar merupakan bagian dari pemuda penerus cita-cita bangsa, oleh karena itu sekolah sebagai lembaga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *