Ayunk Notonegoro, Founder Komunitas Pegon sekaligus penulis buku sejarah NU Banyuwangi, saat memberikan keterangan kepada NU Online Banyuwangi.

Ini Tanggal Berdirinya Cabang NU Banyuwangi

Banyuwangi, NUOB – Kapan berdirinya Cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Banyuwangi akhirnya dapat dipastikan. Sebuah data primer ditemukan oleh Komunitas Pegon yang menerangkan hal tersebut.

“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa menemukan data pasti kapan Cabang NU Banyuwangi berdiri,” tandas Founder Komunitas Pegon Ayung Notonegoro kepada NUOB saat ditemui di Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (30/10).

Data yang dimaksud adalah Swara Nahdlatul Ulama Nomor 7 Tahun ke-2, Rajab 1348 H. Dalam terbitan resmi PBNU itu, menuliskan berita tentang proses berdirinya NU Banyuwangi.

“Awalnya di Banyuwangi ada jamiyah Nahdlatul Islamiyah yang berafiliasi dengan Jamiyah Al-Khairiyah. Pada pertemuan besar atau dulu dikenal sebagai open bar, di Masjid Jami’ Banyuwangi (Kini dikenal Masjid Agung Baiturahman), pada hari Rabu, 16 Januari 1930 atau 15 Syaban 1348,” papar Ayung.

“Dalam pertemuan yang dihadiri 1.500 orang itu, dihadiri pengurus Hoftbestur NU (PBNU). Mereka adalah KH. Wahab Chasbullah, KH. Bisri Syansuri dan KH. Mas Alwi,” imbuh Ayung.

Setelah pertemuan yang dihadiri oleh lintas suku dan etnis, bahkan jamaah dari Bali itu, diadakan pertemuan khusus. Para pengurus PBNU mengadakan pertemuan dengan 100 ulama dan tokoh masyarakat di Banyuwangi. “Pertemuan itu, bertempat di kediaman Kiai Makshum di Kemasan, Kelurahan Panderejo,” jelas Ayung.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada malam harinya itu, disepakati Jamiyah Nahdlatul Islamiyah menjadi Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi. “Dari sini kami bisa menentukan bahwa NU Banyuwangi berdiri pada 16 Januari 1930,” tegas Ayung.

Sementara itu, untuk susunan pengurus juga dibentuk pada pertemuan tersebut. “Rois syuriah yang terpilih adalah Kiai Maksum Kemasan sendiri. Sedangkan presiden tanfidziyahnya adalah seorang Anjun Penghulu bernama Muhammad Salim yang berasal dari Kauman, Banyuwangi,” papar Ayung.

Penemuan ini, lanjut Ayung, melengkapi riset Tim Sejarah NU Banyuwangi pada 2016 lalu. Ayung yang juga bagian dari tim tersebut, menyatakan bahwa hasil riset tersebut, belum menyatakan secara pasti kapan berdirinya NU Banyuwangi. “Kami mengalami keterbatasan data saat itu, jadi tak bisa menentukan secara pasti, yang ada data sekunder yang masih spekulatif. Jadi ini melengkapi penelitian tersebut,” jelasnya.

Ayung menambahkan, dalam beberapa waktu kedepan buku Sejarah NU Banyuwangi akan segera direvisi dan dilengkapi dengan data-data baru. “Segera kita revisi dan lengkapi. Semoga pada peringatan harlah NU Banyuwangi besok telah bisa luncurkan kembali,” pungkasnya. (noe)

Check Also

Ini Sebab Orang Tua Ahli Ibadah Masuk Neraka

Lombok Tengah, NUOB- Adalah sebuah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan untuk senantiasa menuntut ilmu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *