KH. Adnan Anwar saat memberikan arahan dan motivasi kepada kader NU Banyuwangi dalam acara Halaqoh dan Konsolidasi Menuju Kabangkitan NU ke-2 2026.

Kiai Adnan: Hari Ini Kita Butuh Pengurus NU yang Seperti Sayyidina Usman

Banyuwangi, NUOB- 100 kader Nahdlatul Ulama Banyuwangi melakukan Konsolidasi Internal dalam rangka menyiapkan kebangkitan NU ke-2 tahun 2026. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Banyuwangi KH. Masykur Ali,  KH. Adnan Anwar pengurus PBNU.

KH. Abdilah Asád kordinator penggerak kader NU Banyuwangi dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan penguatan ideologi selama ini cukup masif dilakukan oleh pengurus cabang, MWC maupun ranting. Namun di bidang pemberdayaan harus diakui sampai saat ini NU masih kurang. Oleh karena kegiatan ini merupakan media untuk berdiskusi sekaligus menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengantarkan NU menjadi oragnisasi yang kuat secara ideologi maupun materi.

”Sebagai kader, kita semua yang ada di tempat ini harus siap melaksanakan apa saja yang ditugaskan, berdasarkan hasil diskusi nanti. Sudah saatnya NU berfikir secara matang dalam menyiapkan oragnisasi yang mandiri,” ujar Kiai Asád yang juga pengasuh pondok pesantren Al-Azhar Muncar.

Dalam kesempatan ini Kiai Adnan Anwar banyak memberikan arahan maupun motivasi pada kader NU Banyuwangi. Kiai Andan menyampaikan bahwa NU pernah mengalami masa puncak, namun NU juga pernah mengalami situasi yang menghawatirkan. Kiai Adnan banyak menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke kantor-kantor MWC NU yang tidak terpakai karena tidak adanya aktivitas.

”Saya pernah berkunjung ke kantor MWC, tapi temapatnya sudah ndak karuan kotor. Dan sudah tidak pernah dibuka selama beberapa tahun,” ungkap Adnan.

Namun problem mengenai lemahnya organisasi dan administrasi sejak beberapa tahun terakhir sudah mulai menunjukkan peningkatan. Selanjutnya yang harus dilakukan oleh Kader NU adalah mengusahakan kemandirian organisasi yang tidak hanya bisa membiayai organisasi, namun juga memberikan dampak kepada masyarakat.

”Pengurus NU sudah banyak yang seperti Abu Bakar, apalagi sayyidina Umar atau pengurus yang cerdas seperti Sayyidina Ali. Namun samapai saat ini kita masih sedikit punya pengurus yang seperti Sayyidina Usman yang bukan hanya kaya tapi juga seorang Darmawan dan Ekonom yang sukses. Oleh karena itu mari kita ajak warga NU yang sepeti sayyidina Usman agar bisa berkontribusi pada pengembangan ekonomi di NU,” tambahnya.

Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi dan arahan dari PBNU kepada 100 kader untuk menentukan langkah-langkah stratgis pengembangan ekonomi sesuai dengan potensi dan peluang yang ada di Banyuwangi. (noe)

Check Also

Ini Sebab Orang Tua Ahli Ibadah Masuk Neraka

Lombok Tengah, NUOB- Adalah sebuah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan untuk senantiasa menuntut ilmu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *