Warga Miskin Desa Kepundungan saat menerima santunan dari PR NU.

PR NU Kepundungan Konsisten Jalankan Program Sosial dan Pemberdayaan

Srono, NUOB- Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan tidak hanya menggarap persoalan aqidah dan amalaiah keagamaan saja. Sebagai oraganisasi soaial, NU juga memiliki tanggung jawab dalam melakukan program-program sosial maupun pemberdayaan ekonomi.

Inilah yang benar-benar diparkatikkkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kepundungan, Kecamatan Srono. Untuk kepngurusan ranting, NU Kepundungan sudah mampu menjalankan organisasi secara mandiri, program kegiatan bukan hanya berkutat pada kegiatan rutinan belaka, namun lebih fokus pada program sosial dan ekonomi.

Dalam lima tahun terkahir PR NU Kepundungan sudah mampu mendirikan dan mengelola koperasi yang sahamnya 10% milik Pengurus Ranting. Pengurus Ranting NU juga rutin melakukan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, serta program Bedah Rumah bagi warga tidak mampu. Dana yang digunakan merupakan dana syahriah yang dikumpulkan dari 1.250 warga NU di wilayah kepundungan ditambah dari beberapa donatur.

H. Bisri Mustofa, ketua Tanfidziah Ranting NU Kepundungan menyampaikan bahwa pengelolaan oraganisasi yang baik menjadi kunci dari terlaksananya program-program. Program sosial dan pemberdayaan yang nyata dampaknya akan memacu warga untuk terlibat dalam pelaksanaan. Bisri juga mengungkapkan kegiatan santunan dan bedah rumah membuat penggalangan dana syahriah lebih mudah melakukan karena mereka tau hasilnya.

”Kami tidak punya kas besar, tapi alhamdulillah berbagai program dapat terlaksana dengan baik atas bantuan dan kebersamaan warga NU. Bahkan kita sudah memiliki koperasi yang kita kasi nama Koperasi NU Barokah dengan 10% saham milik ranting. Sehingga ada pendapatan rutin yang kita dapatkan per bulan untuk kas yang bersalal dari SHU Koperasi,” ungkap H. Bisri saat ditemui pasca pengajian rutin Tafsir Jalalain Minggu (12/11).

Sedangkan di kegiatan rutin, NU Kepundungan secara konsisten melakukan kegiatan kajian Tafsir Jalalain yang disampaikan oleh KH. Sonhaji. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak 10 tahun terakhir, bergilir dari masjid ke masjid dan musholla se-Desa Kepundungan yang dialnjutkan dengan santunan yatim piatu dan kaum dhuafa.

“Mudah-mudahan NU bukan hanya sekedar pelindung akidah, namun juga menjadi elemen penting yang membantu pemerintah dalam upaya pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” pungkas Bisri.

(noe)

Check Also

Ini Sebab Orang Tua Ahli Ibadah Masuk Neraka

Lombok Tengah, NUOB- Adalah sebuah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan untuk senantiasa menuntut ilmu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *