Ini Sebab Orang Tua Ahli Ibadah Masuk Neraka

Lombok Tengah, NUOB- Adalah sebuah kewajiban bagi muslim laki-laki dan perempuan untuk senantiasa menuntut ilmu tanpa henti, bahkan sampai maut menjemput.

Hal pembuka yang disampaikan oleh H Zainal Arifin Junaidi, saat mengisi acara Forum Silaturahmi dalam rangka penguatan pendidikan yang berkarakter di sela-sela kegiatan Munas Konbes 2017, di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah, Praya barat, Lombok Tengah. Jumat (24/11) sore.

Lebih lanjut di hadapan ratusan warga nahdliyin dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshuriyah, Drs. TGH. A. Taqiuddin Mansur, Gus Arifin – sapaan H. Zainal Arifin Junaidi menegaskan, hanya dengan ilmulah yang mampu menyelamatkan insan dari siksa api neraka.

“Ayat suci Al-qur’an sudah jelas memberikan peringatan ‘Jagalah dirimu bersama keluargamu dari api neraka’. Maka, di sini peranan ilmu sangat fundamental sekali untuk keselamatan di dunia sampai akhirat,” ujarnya.

“Sebagai penguat, dikisahkan ada seorang anak dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat. Disebabkan ia melakukan kegiatan-kegiatan menyimpang dari ajaran agama yang tanpa diimbangi dengan amal kebaikan sedikitpun semasa hidupnya,” kisahnya.

Bagaimana mengetahui hal yang telah dilakukan selama ini dilarang oleh agama, sementara orang tua tidak pernah memberikan pendidikan dan pemahaman tentang dasar-dasar ilmu agama, timpal si Anak.

“Maka, ini bukan salah saya. Melainkan semua ini terjadi karena gara-gara orang tua saya yang tak pernah memberikan pendidikan dan pemahaman dasar-dasar keagamaan,” kisah Gus Arifin seraya menirukan pleidoi pertanggungjawaban seorang anak.

Kemudian Allah perintahkan malaikat untuk mencari keberadaan orang tuanya. Berhasil diketemukan, lantas Tuhan membeberkan statemen buah hatinya di hadapan orang tua kandungnya. Dan kedua orang tuanya membenarkan pernyataan anaknya.

Sayang, lanjut Gus Arifin, padahal kedua orang tua anak ini adalah orang tua yang ahli ibadah semasa di dunia. “Dengan ini, orang tua tersebut dimasukkan api neraka. Meski tergolong ahli ibadah dan amal shaleh,” imbuh Gus Arifin.

“Apa kesimpulan dari kisah tersebut?” tanyanya.

Dari kisah ini mengajarkan kepada orang tua dewasa ini untuk terus memberikan pendidikan dan pemahaman nilai-nilai agama yang kuat kepada anak cucu. “Kita sebagai orang tua jangan sampai kecolongan. Karena hakikinya buah hati yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT yang harus dipersiapkan untuk memberikan kemajuan bagi agama, nusa, dan bangsa,” himbau Gus Arifin.

Selain itu, sepatutnya dibutuhkan integrasi antara doa dan harapan yang mengerucut dengan sesuainya tindakan yang nyata. “Mulai sekarang, mari kita sinkronkan doa dan tindakan yang kita lakukan. Guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat,” harap Gus Arifin.

Momentum ini juga dihadiri oleh Pimpinan Redaksi NU Online Banyuwangi Ayunk Notonegoro bersama Direktur Lembaga Pers PC IPNU Banyuwangi M. Sholeh Kurniawan. (sholeh/noe)

Comments

comments

Check Also

H-17: PC IPNU-IPPNU Banyuwangi Akan Gelar Konfercab

Banyuwangi, NUOB- Agenda Konferensi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Kabupaten Banyuwangi tinggal tujuh belas hari lagi. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *