Pandu Bahtsul Masail Munas, Gus Makki Ditemani Mbah Maimoen

Mataram, NUOB- Satu-satunya Kiai dari Banyuwangi yang menjadi peserta penuh dalam pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2017 di NTB adalah KH. Ali Makki Zaini yang akrab disapa Gus Makki. Selain menjadi Rois Syuriah MWC NU Srono, Pengasuh Pesantren Bahrul Hidayah tersebut, juga tercatat sebagai pengurus pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) sehingga hal ini, mengantarkannya sebagai peserta penuh di acara Munas tersebut.

Sebagai pengurus LBM, tentu Gus Makki bertugas di komisi bahtsul masail. Pada komisi yang digelar di Pesantren Darul Falah, Pagutan, Mataram tersebut, Gus Makki bertugas memandu jalannya bahstul masail alias moderator. Saat itu, bahasan yang disidangkan adalah persoalan waqi’iyah, yakni bahasan yang terkait dengan masalah-masalah aktual.

“Tadi yang dibahas terlebih dahulu adalah soal status dan hak anak yg lahir di luar nikah dan anak angkat, kemudian soal frekuensi publik, penggunaan dana haji, izin usaha yang berpotensi mafsadat,” tutur Gus Makki saat ditemui NUOB di lokasi acara, Jumat (24/11).

Menariknya, saat Gus Makki memandu sidang, KH. Maimoen Zubair turut hadir dan menemani jalannya pembahasan. Kiai sepuh NU yang biasa disapa Mbah Moen itu, menyempatkan diri untuk hadir dan memberikan pesan-pesan kepada para peserta sidang.

“Jika ada pertentangan antara hasil bahtsul masail dengan Undang-Undang, maka sampaikan dengan baik kepada Pemerintah. Jangan frontal, apalagi sampai memusuhi,” nasehat Pengasuh Pesanten Al-Anwar Rembang tersebut.

Bahkan dalam sidang tersebut, Mbah Moen tidak hanya memberi nasihat. Tapi juga meminta kepada peserta bahtsul masail untuk membahas persoalan tentang status anak di luar nikah dan anak angkat terlebih dahulu.

“Sebenarnya, itu soal keempat. Tapi karena Mbah Moen ingin mengetahui hasilnya lebih dulu, maka saya pun memulai mendahulukan pembahasan soal itu. Lalu kembali ke soal pertama lagi tentang frekuensi publik,” cerita Gus Makki seusai persidangan.

Sampai berita ini ditulis, Gus Makki masih memiliki jadwal untuk memandu kelanjutan bahtsul masail waqi’iyah yang sempat diskors untuk sholat Magrib dan istirahat. “Sehabis Isya nanti dilanjut lagi dengan satu bahasan yang tersisa tentang melontar jumrah di malam hari,” ungkapnya.

Gus Makki dalam sidang waqi’iyah itu, juga ditemani oleh Kiai Ishomuddin dari Lampung, Kiai Azizi dari Blitar dan Kiai Yasin dari Kediri. Selain waqi’iyah, dalam komisi bahtsul masail juga membahas masalah maudluiyah, yakni soal-soal tematik. (sholeh) 

Comments

comments

Check Also

Mengenang Munas NU di Lombok Zaman Gus Dur 

Lombok Tengah, NUOB – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *