Sela-Sela Munas, Kiai Asal Banyuwangi Ini, Isi Kuliah Subuh di Masjid Terbesar di NTB

Mataram, NUOB – Momentum Munas dan Konbes NU di Nusa Tenggara Barat dimanfaatkan betul oleh warga setempat. Hadirnya para kiai-kiai besar pengurus PBNU dan PWNU, dimanfaatkan untuk mengisi pengajian-pengajian rutin. Seperti halnya kajian subuh di Masjid Islamic Center Hubbul Wathan di Kota Mataram. Menariknya, justru kiai yang berasal dari Banyuwangi yang dipercaya mengisi kajian subuh di masjid terbesar se NTB itu.
Kiai asal Banyuwangi itu, adalah KH. Ali Makki Zaini. Dalam kajian pada Jumat (24/11) pagi itu, Kiai Makki menyampaikan tentang keteladanan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad.
“Momentum bulan Rabiul Awal ini, adalah momentum yang tepat untuk meneladani Nabi Muhammad. Di bulan kelahirannya ini, kita tidak hanya menggelar peringatan maulud saja, tapi yang paling penting bagaimana meniru dari suri tauladan yang telah ditujukkan oleh Nabi Muhammad,” ujar kiai yang masuk jajaran pengurus Lembaga Bahtsul Masail PBNU itu.
 
Lebih lanjut Kiai asal Banyuwangi ini menegaskan, ketauladan ini mengantarkan ummatnya memiliki kedudukan derajat yang sangat mulia dibandingkan ummat-ummat sebelumnya.
“Rasulullah sangat cinta kepada ummatnya. Hal itu dibuktikan kerelaannya untuk menanggung sebagian rasa sakit penderitaan saat menghadapi kematian. Subhanallah begitu agung akhlaq beliau masih sempat beliau memikirkan ummat sampai akhir hayatnya,” terang Rois Syuriah MWC NU srono itu.
Tidak hanya itu, bagaimana suri tauladan kesederhanaannya pula yang penting untuk ditauladani oleh ummatnya di tengah-tengah kehidupan yang dihiasi dengan gemerlap dunia seperti sekarang.
“Dikatakan dalam sebuah hadist, bagaimana tungku masak yang beliau miliki hidup hanya dua hari sekali. Itu artinya nabi tidak disibukkan dalam urusan kepentingan pribadi yakni masak memasak,” tutur Pengasuh PP. Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Srono itu.
“Sementara berbalik dengan kita sebagai ummatnya. Kalau istri satu hari saja tidak masak, kita sudah bingung. Belum lagi ditambah tungku masak yang kita miliki, hidup berkali-kali dalam waktu sehari. Mulai dari masak air untuk membuat kopi, mie instan, masak, dan lain sebagainya. Kadang kita masak saja masih ribet masak ini dan itu. Karenanya, Marilah kita kumpulkan kembali spirit untuk meniru metode jalan dakwah dan kesederhanaan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW,” sambungnya.
Karena tak lain jalan hidup yang diinginkan adalah mencapai kesuksesan hidup di dunia dan akhirat. “Semoga segala hajat yang kita miliki dapat diijabah oleh Allah berkat kecintaan kita kepada nabi kita. Dan segala urusan dapat dimudahkan oleh Allah SWT. Amin,” harapnya. (sholeh/ay)

Comments

comments

Check Also

CBP-KPP IPNU-IPPNU Banyuwangi, Bantu Korban Banjir di Pesanggaran

Banyuwangi, NUOB- Hujan dengan intensitas sangat lebat yang mengguyur Kecamatan Pesanggaran kamis (11/01) kemarin telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *