Harlah NU Bersamaan dengan Gerhana, LFNU Banyuwangi Gelar Kaderisasi

Banyuwangi, NUOB – Peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) versi Masehi ke-92 yang jatuh pada Rabu, (31/1) berlangsung spesial. Hal ini ditandai dengan peristiwa alam yang langka, yaitu gerhana bulan “blood moon” yang terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Peristiwa spesial tersebut, dimanfaatkan oleh Pengurus Cabang Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Banyuwangi. LFNU menggelar Kaderisasi Ulama Hisab Rukyat angkatan II dalam rangka Harlah NU sekaligus melakukan observasi terhadap fenomena gerhana bulan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris LFNU Banyuwangi Gufron Musthofa. “Acara ini dihelat untuk memperingati Harlah NU yang ke 92, juga untuk meneruskan dan menyiapkan generasi penerus ulama hisab dan falak yang semakin langka,” ungkapnya.

Acara tersebut sengaja digelar di Pesantren Mambaul Huda, Krasak, Tegalsari karena beberapa alasan. “Sengaja kita tempatkan di Pondok Pesantren Mambaul Huda ini, untuk tabarukan  dan ikraman kepada almaghfurlah KH. Ahmad Muslimun Abdul Majid,  pengasuh Pondok Pesantren yang juga pernah menjadi Ketua LFNU Banyuwangi,” jelasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 peserta. Kebanyakan dari santri dan ustadz Pondok Pesantren yang berada di wilayah Banyuwangi.   Pembukaan dimulai pada pukul 09.00, di lantai dua Madrasah Diniyah Putri Unit I. Dibuka secara resmi oleh Pejabat Penyelenggara Bimbingan Syari’ah Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi,  H. Rusdiyanto. Turut hadir dalam acara ini Kepala KUA Kecamatan Tegalsari,  H. Marjuki, Penyuluh Agama Islam, MWCNU dan Ranting NU Tegalsari, dan Jajaran Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Huda.

Dalam sambutannya, Rusdiyanto mengemukakan pentingnya ilmu hisab. “Ilmu hisab ini sangat langka peminatnya,  oleh karena itu santri dan santriwati peserta diklat ini adalah orang orang pilihan, calon ulama hisab,” terangnya.

Acara tersebut diawali dengan pendidikan dan pelatihan  hisab gerhana bulan pada pagi harinya. Materi pertama disampaikan oleh Ketua LFNU Banyuwangi Mustain Hakim berkenaan dengan fenomena gerhana bulan total dan isu aktual yang berkaitan. Lalu dilanjutkan materi selanjutnya tentang materi hisab gerhana bulan oleh Tsamratul Fikri.

Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan observasi gerhana bulan total (GBT). Peralatan yang digunakan antara lain teropong computerised dan total station yang dikalibrasikan ke arah bulan.

Pengamatan gerhana bulan total ini berjalan dengan lancar,  namun kondisi cuaca kurang mendukung.  Sejak awal gerhana pukul 18:48:22  mendung menutupi langit Tegalsari, pada awal gerhana total pun pada  pukul 19:51:42 juga masih tertutup mendung, bahkan sampai akhir total pada pukul 21:07:51 hanya  terlihat sesekali,  dalam beberapa menit,  kemudian tertutup mendung lagi, sehingga perhitungan kitab falak yang dipakai belum bisa dicocokan dengan fenomena riil gerhana. Pengamatan ini berlangsung sampai dengan akhir gerhana pukul 22:11:11.

Disamping itu, para santri Pondok Pesantren Mambaul Huda melaksanakan sholat khusuful qomar dua rakaat dilanjutkan khutbah oleh KH Muhammad Khozin Abdul Majid, pengasuh pesantren. (ay)

Comments

comments

Check Also

Kiai Mahrus Ali, Sang Kiai Kharismatik itu Telah Berpulang

Banyuwangi, NUOB – Di tengah peringatan harlah ke-92 Nahdlatul Ulama pada 31 Januari hari ini, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *