Silaturahmi: Pelajar NU Banyuwangi Kunjungi Paroki

Banyuwangi, NUOB- Beberapa hari terakhir headline media nasional gencar memberitakan peristiwa penyerangan Gereja oleh salah seorang Pemuda Asal Banyuwangi. Namun di Banyuwangi sendiri justru menunjukkan pemandangan yang bertolak belakang.

Sejumlah pelajar yang menamakan dirinya ‘Pelajar NU Blambangan’ mengunjungi Paroki Maria Ratu Damai di Jl. A. Suprapto No. 36 Banyuwangi. Mereka disambut langsung oleh Romo Sugeng, Romo Surya, dan Sejumlah Pemuda Kristen Wawan, Toni dan Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Tsani Rosyada perwakilan dari pelajar NU menyampaikan, ini merupakan salah satu upaya dari generasi muda NU untuk menjaga komunikasi dengan kawan-kawan lintas agama, dengan adanya komunikasi persaudaraan dan rasa solidaritas antar sesama manusia akan terjalin.

”Tidak ada persaudaraan yang muncul tanpa adanya komunikasi, oleh karena itu kami mengajak kawan-kawan generasi muda NU untuk terus menjaga komunikasi dengan semua pihak termasuk dengan saudara lintas agama” ujar Ibnu.

Sementara itu, Romo Surya memberikan ucapan terimakasih kepada segenap pelajar NU telah melakukan kunjungan ke tempatnya. Selain itu, Surya berkeinginan agar dilain waktu baik pelajar NU maupun pemuda Katolik bisa bertemu dan mengadakan kegiatan secara bersama-sama.

”Terimaksih atas kunjungan kawan-kawan Pelajar NU, kami ingin suatu saat nanti  pemuda Kristen dan NU bisa bertemu dan mengadakan kegiatan bersama-sama. Kebetulan yang ada disini, semuanya generasi Tua hehehehe,” ungkap Romo Surya yang disambut gelak tawa.

Romo Sugeng juga mengisahkan ketika bertugas di Malang, dirinya tidak jarang berkomunikasi dengan anggota Fatayat maupun Ansor, jadi dirinya sudah akrab dengan pemuda NU baik secara struktural maupun personal.

Akrab: Suasana foto bareng paca acara

”Di Malang kami sering mendapat kunjungan dari Fatayat maupun Ansor untuk sekedar diskusi ringan semacam ini. Hal semacam inilah yang sebenarnya kita butuhkan. Akan habis secara sia-sia tenaga kita jika berbicara soal perbedaan yang menjurus kepada tindakan kekerasan,” ujar Sugeng.

Penyataan tersebut ditanggapi dengan santai oleh Ayunk Notonegoro. “Sebenarnya baik umat Katolik maupun NU ini sama-sama Korban”, kata Ayunk dengan nada datar. Pernyataan tersebut ditanyakan kembali oleh Romo Sugeng, Korban Aapa Mas Ayunk ? “Korban sama-sama dikafirkan hahahahaha” ungkap Ayunk  disambut gelak tawa semua.

Pertemuan mengalir secara santai, sekali-sekali muncul celetukan-celetukan dan Joke-joke yang mencairkan suasana. Apalagi ketika membahas sosok Gus Dur banyak sekali cerita-cerita yang membuat peserta diskusi tak dapat menahan gelak tawa.

Selanjutnya, Yohanes Toni dari Pemuda Kristen menyampaikan bahwa beberapa hari mendatang umat kristiani akan menjalankan ibadah di hari suci menjelang pasca. Toni, meminta doá kepada segenap pemuda NU agar semuanya berjalan lancar.

Pelajar NU melalui Nurul Hakim mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah, selanjutnya Hakim memberikan selamat kepada Umat Katolik yang akan menjalankan ibadah di hari suci serta berharap agar umat Katolik diberikan kelancaran dalam proses peribadahannya. (Noe)

 

 

 

 

Comments

comments

Check Also

Pra Konferancab: PAC IPNU-IPPNU Songgon Gelar “Ngaji” Sampah

Bayuwangi, NUOB- Dalam rangka menyambut Konferensi Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Songgon tahun 2018, PAC IPNU-IPPNU …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *