Bulat: 25 MWC, Terima LPJ Kepengurusan PCNU Masa Khidmat 2013-2018

Genteng, NUOB- Pelaksanaan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi tahun 2018 memasuki sidang Laporan Pertanggungjawaban. Bertempat di panggung utama, kegiatan ini di ikuti oleh seluruh peserta dan pengurus PCNU Banyuwangi masa khidmat 2013-2018.

Persidangan kali ini dipimpin langsung oleh Wakili Sekretrais PCNU Banyuwangi Haikal Kafili. Selaanjutnya dilanjutkan dengan paparan dari KH. Maskur Ali selaku ketua PCNU Banyuwangi masa Khidmat 2013-2017.

Dalam pemaparannya Kiai Masykur menyampaikan lima hal pokok yang menjadi prioritas program PCNU Banyuwangi. Lima point tersebut diantaranya adalah pengembangan infrastruktur dan pengembangan kualitas pendidikan di Banyuwangi, penguatan ideologi keaswajaan dan kebangsaan, revitalisasi RSNU, pengembangan ekonomi umat, dan aspirasi politik Ke-NU-an.

Di bidang pendidikan PCNU Banyuwangi telah mendirikan beberapa sekolah berbasis kejuruan. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan generasi muda yag tidak hanya unggul dalam hard skill namun juga soft skill sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja.

Selanjutnya di bidang ideologi, PCNU masa khidmat 2013-2018 telah berhasil melaksanakan Pelatihan Kader Penggerak hingga 44 angkatan dengan jumlah  kaader. Hal ini merupakan ikhtiar dalam rangka mejawab tantangan radikalisme dan separatisme yang sedang mengancam`

Di bidang kesehatan, PCNU dibawah kepemimpinan Kiai Maskur telah mampu menghidupkan kembali RSNU yang sebelumnya “sakit” hingga menjadi rumah sakit yang representatif dengan kualitas tenaga medis yang kompeten. Jumlah pasien yang terus meningkat menandakan RSNU telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Banyuwangi.

Semnatara itu di bidang Ekonomi PCNU telah merintis Air Mineral Nusantara dan beberapa UMKM Ddi tingkat MWC sebagai langkah awal untuk melakukan upaya kemandirian organisasi. Dalam hal ni Kiai Maskur berpesan agar kepengurusan selanjutnya melanjtkan dan meningkatkan upaya tersebut.

Terakhir, di bidang aspirasi politik, PCNU melalui program rekam aspirasi telah mampu mengantarkan kader terbaik NU menduduki kursi Banyuwangi 1. Dengan adanya kader NU yang menjabat PCNU mampu memberikan masukan dan usulan program yang memihak kepada kepentingan umat. Berkat rekam aspirasi tersebut akhirnya disepakati kontrak Jam’iyah yang salah satunya adalah usulan mendirikan Universitas Negeri,  memaksa Pemerintah untuk menutup titik lokalisasi yang ada di Banyuwangi yang semuanya sudah dilakukan.

Berkat  Inisiatif tersebut dalam gelaran NU award PWNU Jatim tahun 2017 PCNU Banyuwangi mendapat penghargaan juara 1 bidang aspirasi politik.

Kiai Masykur menyampaikan bahwa semua itu merupakan hasil kerja keras seluruh elemen kepengurusan yang telah dibangun selama bertahun-tahun, sehingga hari ini terlihat hasilnya.

“Capaian selama ini bukanlah usaha yang singkat, akan tetapi melalui proses panjang dengan berbagai tantangan dan riintanga”, ungkap Kia Maskur.

Selanjutnya pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada perwakilan  MWC untuk memberikan tanggapannya. Dari 25 MWC yang menyampaikan tanggapan, seluruhnya memberikan respon positif dan menerima Laporan Pertanggung Jawaban PCNU Banyuwangi 2018 dengan suara bulat. (Noe)

 

Comments

comments

Check Also

Pintu Masuk Menuju Lokasi Pemlihan Ketua, Dijaga Ketat

Genteng, NUOB- Menjelang sidang pemilihan Ketua Tanfizdiziah, Pintu Masuk meuju lokasi sidang dijaga ketat. Puluhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *