Kiai Marwan Ditetapkan Sebagai Rais PCNU Banyuwangi

Banyuwangi, NUOB – KH. Zainullah Marwan ditetapkan sebagai rais syuriyah PCNU Banyuwangi 2018-2022. Penetapannya tidak melalui voting, tapi melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Untuk menentukan para anggota AHWA tersebut, para rais syuriyah di tingkat Ranting melakukan musyawarah bersama rais di tingkat MWC NU untuk memilih sebanyak lima orang yang dinilai memiliki kapasitas sebagai ulama pilihan untuk menentukan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi selanjutnya.
Setelah ditabulasi usulan AHWA dari 25 MWC NU se-Banyuwangi terpilih lima orang sebagai anggota AHWA. Pertama, Rais Syuriyah MWC NU Srono KH. Ali Makki Zaini. Kemudian Rais MWC NU Kalipuro KH. Huzaini Hafidz, Rais MWC NU Kabat KH. Muhammad Yamin Masfa, Rais MWC NU kalibaru KH. Habib Abdurrahman.
Sidang tabulasi anggota AHWA
Namun, dari kelima anggota AHWA tersebut saat diumumkan tak berkenan langsung untuk memutuskan. Mereka ingin bermusyawarah dengan semua rais MWC NU se Banyuwangi. “Kami tak berani memutuskan sendiri. Kami ingin mengajak semua rais untuk ikut bermusyawarah,” ungkap KH. Ali Makki Zaini sebagai juru bicara AHWA di dalam sidang pleno kelima Konfercab NU, Ahad (22/1).
Akhirnya, semua rais terlibat dalam permusyawarahan tersebut. Sebagai ketua sidang adalah KH. Ali Makki Zaini dan KH. Miftahul Huda sebagai sekretaris. Hanya butuh waktu 15 menit untuk menentukan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi.
“Sidang memutuskan Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi 2018 – 2022 adalah KH. Zainullah Marwan dari Dusun Pacemengan, Desa Buluagung, Kecamatan Silaragung,” Kiai Ali Makki mengumumkan hasil sidang. Lantas disambut gemuruh tepuk tangan para peserta konferensi.
Setelah itu, Kiai Marwan diperkenankan untuk menyampaikan kesediaannya. Kiai Marwan pun menyampaikan kesediaannya. Dengan demikian, secara resmi Wakil Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi 2013 – 2018 tersebut sebagai rais selanjutnya hingga lima tahun ke depan. (ay)

Comments

comments

Check Also

Sempat akan Bubar, Kini jadi Icon

Bamyuwangi, NUOB- Kajian Kitab Kuning dengan metode Bandongan, dimana beberapa santri menyimak pembacaan dan keterangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *