Yuk Daftar, Gus Ulil Bakal Kopdar Ngaji Ihya di Banyuwangi

Banyuwangi, NUOB- Salah seorang intelektual muslim terkemuka di Indonesia Ulil Abhsar Abdallah atau akrab disapa Gus Ulil bakal menggelar kopi darat (kopdar) ngaji ihya di Banyuwangi pada 10 Mei mendatang. Menantu dari KH. Mustofa Bisri alias Gus Mus tersebut, dalam satu tahun terakhir rutin mengisi kajian kitab tasawuf Ihya Ulumuddin lewat siaran langsung via media sosial facebook.

Untuk memperkuat jaringan silaturahminya, penulis buku Metodologi Studi Al-Qur’an tersebut, seringkali melakukan kopdar bersama jam’iyah facebookiyah (sebutan untuk para pendengarnya) di berbagai kota. Salah satu kota yang akan disinggahinya adalah Banyuwangi.

“Ini satu kehormatan, Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah Kopdar Ngaji Ihya oleh salah seorang ulama cum intelektual muda muslim kenamaan,” ungkap Ketua Panitia Ayung Notonegoro kepada NU Online Banyuwangi, Jumat (27/4).

Acara kopdar tersebut, rencananya bakal digelar di aula PCNU Banyuwangi yang beralamat di jalan Ahmad Yani, nomor 59. Acaranya bakal dimulai pada pukul 19.00 – 22.00 WIB.

Meski bertajuk Ngaji Ihya, acara tersebut terbuka. Kajiannya yang lintas perspektif tidak hanya cocok untuk kalangan Nahdliyin saja. Tapi, juga bisa disimak oleh lintas golongan, bahkan lintas agama. “Penjelasannya sangat menarik. Lintas disiplin ilmu. Jadi siapapun dan apapun latar belakangnya, kami kira bisa cocok dengan uraian-uraian yang disampaikan Gus Ulil,” ujar Ayung.

Bagi yang berminat untuk hadir, lanjut Ayung, tak dipungut biaya apapun. “Acara ini gratis. Tinggal datang, duduk dan menyimak dengan seksama. Dan jangan lupa regestrasi lebih dahulu di nomor 081233019765,” paparnya.

Sekadar mengetahui, kitab Ihya’ Ulumuddin (Menghidupkan ilmu-ilmu agama) merupakan masterpiece dari seorang ulama besar dunia Islam, Imam Ghazali. Kitab yang terdiri dari empat jilid tersebut, mengupas banyak hal. Terutama fiqih dan tasawuf. Pada Ngaji Ihya bersama Gus Ulil ini, akan lebih fokus pada bab yang membahas tentang menejemen hati dan persoalan-persoalan psikologis keagamaan yang banyak dikupas dalam kitab tersebut.

“Rugi kalau tidak datang. Mumpung ada di Banyuwangi,” pungkas Ayung (noe)

Comments

comments

Check Also

Sempat akan Bubar, Kini jadi Icon

Bamyuwangi, NUOB- Kajian Kitab Kuning dengan metode Bandongan, dimana beberapa santri menyimak pembacaan dan keterangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *