Penguatan Ideologi dan Kesehatan Jasmani-Rohani melalui Ruqyah

Banyuwangi, NUOB- Jaringan Ruqyah Aswaja (JRA) bersama Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Banyuwangi mengadakan Ruqyah masal di AULA Kantor PCNU Banyuwangi, selasa (01/05). Kegiatan ini di ikuti oleh masyarakat Banyuwangi kota dan sekitarnya mulai dari kalangan pelajar, santri, PNS hingga pegawai swasta.

Sebagaian peserta yang hadir memiliki alasan tersendiri, Nurul Hakim salah seorang peserta asal Kelurahan Pakis menyampaikan bahwa dirinya ingin membersihkan dirinya dari hal-hal negatif, menurutnya beberapa waktu terakhir ia merasa sering gelisah hingga berdampak pada penurunan ibadah.

“Pertama saya ingin membersihkan diri, akhir-akhir ini saya sering gelisah bahkan kadang sering menunda nunda sholat”, ungkapanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh M. Ali Wafa, pemuda yang juga merupakan kader IPNU asal Karangrejo tersebut  mengakui jika akhir-akhir ini dirinya sering malas untuk shalat shubuh entah karena sebab apa. Pasca mengikuti Ruqyah dirinya merasa lebih tenang.

“Alhamdulilah, meski melelahkan tapi pasca mengikuti ruqyah saya merasa lebih tenang dan badan terasa lebih enteng”, ujar Wafa.

Sementara itu, Ahmad Mudzakir Pembina JRA Banyuwangi menyampaikan bahwa metode ruqyah merupakan metode yang diganakan oleh ulama syalaf sebagai metode pengobatan baik jasmani maupun rohani, tapi menurut Gus Dzakir hari ini sudah mulai ditinggalkan, seiring kemajuan ilmu medis dan modernisasi.

“Ini sebenarnya metode yang sering digunakan oleh ulama-ulama kita dulu, tapi hari ini masyarakat lebih mendahulukan ilmu medis, sementara metode ini hanya dianggap pengobatan alternatif”, ungkap Gus Dzakir saat ditemui Nu Online Banyuwangi pasca acara.

Semenetara itu Ali Mustofa Ketua JRA Laskar Samudro Banyuwangi menyampaikan, bahwa kegiatan ini penting untuk kita lestarikan. Menurut Ali, kegiatan semacam ini sudah sering dilakukan oleh orang-orang wahabi sebagai salah satu media dakwah untuk merekrut anggota baru. Oleh karena itu menurut Ali sangat penting warga Nahdliyin untuk melestarikan metode ini dalam rangka penguatan Ideologi.

“Kini Ruqyah sudah banya dilakukan oleh orang-orang diluar kita, tentu dengan misi berbeda. Sudah banyak generasi muda terpengaruh aliran luar karena metode ini. Oleh karena itu warga NU harus tetap melestarikan metode ini”, ungkap Ali.

Selanjutnya pada Jumát (04/05) pekan depan, akan diadakan kegiatan yang sama di Pondok Pesantren Al-Amin Jajag,  dan akan dilanjutkan di beberapa tempat di wilayah Banyuwangi. (noe)

Comments

comments

Check Also

Mendag Gandeng NU Kembangkan Ritel Keumatan

Banyuwangi, NUOB- Menteri Perdagangan RI Enggartistasto Lukita menyempatkan diri untuk bertemu dengan Pengurus Cabang Nahdlatul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *