Harlah Fatayat Banyuwangi, Ketua NU: Harus Jadi Momentum Muhasabah

Banyuwangi, NUOB – Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Banyuwangi menggelar Harlah yang ke-68 di Masjid Agung Baiturrahman, Ahad (6/5). Acara yang dikemas dalam istighosah kubro tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua PC NU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ali Makki Zaini menegaskan bahwa momentum harlah ini adalah momentum muhasabah atau instropeksi diri.

Instropeksi yang ideal adalah dengan mengoreksi kegiatan-kegiatan organisasi yang telah, sedang, dan akan dilakukan. Mana yang sudah baik terus ditingkatkan sedang catatan buruk perjuangan harus dihapus dan ditinggalkan.

“Semua jabatan dalam mengurus NU pasti akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Baik itu ketua, pengurus, sampai anggota akan dihisab di hadapan Allah SWT. Dan ingat pertanggungjawaban di hadapan Tuhan lebih berat jika dibandingkan pertanggungjawaban di hadapan manusia,” urai Gus Makki.

Pertanggungjawaban di hadapan manusia akan selesai ketika sudah membuat Laporan pertanggungjawaban kegiatan (LPJ). Tapi tidak di hadapan Tuhan. Semua akan dihisab dengan sangat teliti.

“Anda memutuskan langkah ini untuk apa motivasinya. Anda menyuruh kadernya berbuat A, B, dan C pertimbangannya apa. Itu semua sudah ada hisab di hadapan Tuhan. Pasti !,” tegas Pengasuh Pesantren Bahrul Hidayah, Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan yang sama, Mariana mengingatkan ratusan kader-kader yang hadir agar meningkatkan perjuangan khidmat di organisasi hijau ini.

Ia menambahkan semangat mendakwahkan islam ahlussunnah wal jamaah jangan sampai kendur. Karena dengan langkah ini akan terus tersemai islam yang membawa rahmat di atas bumi pertiwi. “Tidak boleh lelah semangat dakwah ini di setiap wilayah kerja (Wilker) dengan terus semangat mengadakan istighosah, diba’iyah, dan yasinan tahlil,” pintanya.

Mariana menilai perjuangan harus dimaksimalkan dari lingkungan keluarga masing-masing. Selain itu, perjuangan Fatayat tak lepas di ranah pemberdayaan dan advokasi perempuan, bidang kesehatan, pendidikan, sampai perekonomian.

“Bidang perekonomian mutlak harus dikedepankan. Bagiamana sektor ekonomi kreatif ini benar-bemar dapat maksimal. Dengan harapan benar-benar menjadikan organisasi yang berdikari,” ujar Guru SMP 3 Banyuwangi itu.

“Adanya event harlah fatayat NU yang ke-68 ini berharap mampumenjaga keharmonisan dan selalu kompak antar pengurus dan anggota dalam melaksanakan perjuangan di bawah panji NU,” harap Mariana. (Sholeh/ay)

Comments

comments

Check Also

Sempat akan Bubar, Kini jadi Icon

Bamyuwangi, NUOB- Kajian Kitab Kuning dengan metode Bandongan, dimana beberapa santri menyimak pembacaan dan keterangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *