Mendag Gandeng NU Kembangkan Ritel Keumatan

Banyuwangi, NUOB- Menteri Perdagangan RI Enggartistasto Lukita menyempatkan diri untuk bertemu dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi pada Rabu malam (9/5). Dalam pertemuan yang dihelat di Kantor NU Banyuwangi itu, Mendag bakal menggandeng NU untuk membuka ritel berbasis keumatan.

KH. Zaunulloh Marwan, Rois Syuriah PCNU bersama Bupati Banyuwangi dan Menteri Perdagangan

Dalam kesempatan ini Enggar menyampaikan bahwa Ekonomi kerakayatan merupakan salah satu tugas dari presiden yang mendapat skala prioritas. NU sebagai oraganisasi dengan jumlah anggota terbesar teruatama di Banyuwangi patut menjadi mitra.

“Ada tiga tugas pokok yang dibebankan presiden kepada saya, yakni menjaga stock kebutuhan pokok, menurunkan harga dan mengembangkan sektor ekonomi kerakyatan. Kamis sedang fokus membuka dan menata pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pasar modern, selain itu kami juga akan kuatkan ekonomi berbasis keumatan” ungkapnya.

Lebih lanjut Mentri Perdagangan menjelaskan bahwa sistem yang nantinya akan dibangun tidak serta merta meniru apa yang telah dilakukan ritel modern yang sudah ada, akan tetapi lebih fokus pada segmentasi khusus seperti pesantren dan lembaga lainya yang memiliki basis pasar yang jelas, menurutnya NU merupakan salah satu lembaga yang memiliki persyaratan itu.

“Banyuwangi yang 80 persen penduduknya adalah warga Nahdliyin akan sangat membantu program ini, harapan saya nantinya dampak ekonomi tidak hanya dirasakan oleh lembaga akan tetapi mampu malahirkan dampak bagi seluruh ummat” ujarnya.

Hal tersebut diasambut baik oleh KH. Ali Makki Zaini ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi, menurut Gus Makki dengan 25 MWC yang dimiliki NU Banyuwangi bisa mengambil kesempatan tersebut, nantinya ranting-ranting yang akan siap menjadi konsumen.

“Ini merupakan kesempatan yang bagus. Apabila 25 MWC masing-masing bisa memiliki satu ritel, sedangkan ranting mensupport dengan membeli kebutuhanya disana, makan NU akan semakin kuat”, ungkap Gus Makki.

Kegiatan dialog tersebut dihadiri oleh Bapati Banyuwangi, Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah MWC NU, Lembaga, Banom serta segenap pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Banyuwangi. (Noe)

 

 

 

Comments

comments

Check Also

Sempat akan Bubar, Kini jadi Icon

Bamyuwangi, NUOB- Kajian Kitab Kuning dengan metode Bandongan, dimana beberapa santri menyimak pembacaan dan keterangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *