Antusias: Pemuda dari Pesantren, Sekolah hingga Kampus hadiri Kopdar Ihya'.

Kopdar Ngaji Ihya’ Didominasi Kaum Muda

Banyuwangi, NUOB- Ulil Abshar Abdalalla salah seorang Intelektual Muslim Muda Indonesia menggelar Kopi Darat (Kopdar) Ngaji Ihya’ di Kantor PCNU Banyuwangi, Kamis (10/05).

Menantu Gus Mus  yang dalam satu tahun terakhir rutin mengisi kajian kitab tasawuf Ihya Ulumuddin lewat siaran langsung via media sosial tersebut, kali ini  melakukan silaturahmi dengan para pendengarnya dengan konsep Kopi Darat di berbagai Kota salah satunya Banyuwangi.

Pendekatan lain yang dibawa oleh Ulil dalam beberapa pembahasan sepertinya cukup menarik minat pemuda, tidak heran apabila pada pembukaan ngaji Ihya’ yang digelar di Aula Kantor PCNU Banyuwangi, didominasi oleh kalangan Pemuda dari Kalangan Pelajar, Santri dan Mahasiswa di Banyuwangi.

Ali Murdani salah seorang Pelajar asal Rogojampi menyampaikan, bahwa ia mengenal Gus Ulil saat Ramadhan tahun lalu pada saat mendengarkan live streaming Ihya’ Ulumudin di Facebook. Menurutnya penjelasan yang disampiakan oleh Gus Ulil berbeda dengan bahasa pesantren, ia mengaku lebih mudah memhami apa yang dijelaskan oleh Ulil karena dalam setiap penjelasannya ia selalu mengkontektualisasikan materi bahasan dengan kondisi sekarang.

“Menarik, Gus Ulil selalu memberikan contoh-contoh kejadian sekarang untuk menjelaskan teks-teks dalam kitab sehingga mudah dipahami” ungkap Dhani.

Selain itu Dhani juga mengungkapkan, gaya bahasa ilmiah kontemporer yang digunakan dalam setiap penjelasannya, membuat suasana Ngaji serasa mendengarkan ceramah di Kampus. Dengan metode ini mampu menghadirkan suasana baru yang menarik pemuda dari kalangan khususnya Mahasiswa.

Pengajian yang dimulai pada pukul 19.00 tersebut membahas Kitab Ihya Ulumudi Juz 3 halaman 117 dengan pembahasan cara-cara Iblis dalam menggoda dan mengacaukan hati dan fikiran Manusia. Dalam kopdar tersebut juga turut Hadir KH. Yusuf Nuris dan Kia Sunandi Zubaidi sebagai pembanding. (Noe) 

 

Comments

comments

Check Also

Sempat akan Bubar, Kini jadi Icon

Bamyuwangi, NUOB- Kajian Kitab Kuning dengan metode Bandongan, dimana beberapa santri menyimak pembacaan dan keterangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *