Rais Syuriah Ranting Karangrejo : Dua Tujuan Utama Adakan Rutinan NU

Banyuwangi – Jamak dilakukan oleh pengurus NU pada setiap wilayah kerja kegiatan rutinan, yang sering disebut sebagai Lailiatul Ijtima’. Lailatul ijtima’ sendiri memiliki dua fungsi utama diantaranya sebagai sambung silaturahmi dan sambung ilmu.

Hal pembuka yang disampaikan oleh Rais Syuriah Ranting NU Karangrejo Mohamad Samsul Huda saat mengisi sambutan Lailatul Ijtima yang dirangkai dengan halal bi halal di Mushala al-Muhajirin, Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Senin (01/7) malam.

Huda menegaskan, setiap manusia ditakdirkan untuk terus melaksanakan aktivitas sosial. Pasalnya, setiap individu tak akan pernah bisa hidup seorang diri. “Butuh bantuan orang lain,” tegasnya.

Sedangkan yang kedua, lanjutnya, sambung ilmu. “Di kegiatan ini kita bisa saling berdiskusi dan mendengarkan nasehat-nasehat keilmuan agama dengan sanad yang jelas. Sanad ilmunya dari guru satu, kepada guru lainnya, sahabat, sampai kepada Rasulullah Saw. Yang hal ini, sekarang sangat dibutuhkan di tengah-tengah banjirnya arus informasi yang bisa diakses melalui internet,” terang Huda.

Belajar di internet, lanjutnya, harus diimbangi dengan hadir di majelis-majelis ilmu. Supaya keberkahan dari sanad keilmuan yang jelas bisa dirasakan secara langsung baik di dunia sampai akhirat.

“Harus terus waspada dengan gerakan-gerakan radikalisasi. Tidak boleh lengah. Dan jangan sampai terperdaya,” pesannya.

Saat dimintai keterangan, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Karangrejo Ahmad Thoyib menambahkan kegiatan Lailatul Ijtima’ seperti itu penting untuk terus dilakukan.

“Selain dua hal di atas. Penting juga sebagai sarana laporan atas program pengurus yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan kepada anggota. Saya minta kepada anggota yang malam ini tidak hadir, semoga kesempatan depan dapat hadir. Semoga yang sakit segera diberikan kesembuhan !” katanya.

Ancaman ideologi radikal, lanjut Thoyib, pengurus ranting NU Karangrejo juga siapkan langkah preventif hal itu.

“Diantaranya secara berkala pengurus akan melaksanakan turba kepada ketua-ketua jam’iyah se-Karangrejo. Selama turba akan diberikan wawasan kebangsaan dan islam yang penuh dengan kedamaian yang tak abai dengan konteksnya. Semoga pengurus dan anggota senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan, agar terus konsisten berjuang di bawah panji NU,” pungkas Thoyib.

Kegiatan lailatul ijtima malam itu diawali dengan pembacaan rotib, istighosah, diakhiri dengan pengajian agama dan laporan program-program lembaga. (Sholeh)

Comments

comments

Check Also

Alumni Cabang IPNU Banyuwangi Tegaskan Belajar Jangan Tanggung

Muncar, Banyuwangi – Alumni Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi Samsul Arifin menjelaskan ada banyak hal yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *