Home Berita Aktual Antisipasi Sengketa Tanah Wakaf, MWC NU Banyuwangi Kebut Sertifikasi

Antisipasi Sengketa Tanah Wakaf, MWC NU Banyuwangi Kebut Sertifikasi

114
0
Seluruh jamaah menyimak keterangan sertifikasi tanah wakaf yang dipaparkan langsung oleh Pengurus MWC NU Kecamatan Banyuwangi di Masjid Nur Yasin Fatimah, Kelurahan Pakis, Rabu, 01 Juli 2020.

Banyuwangi – Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) H. Akhmad Musollin mengatakan, dalam waktu dekat bersama jajarannya akan kebut sertifikasi aset tanah wakaf masjid mushala yang berada di Kecamatan Banyuwangi. Program kerja ini penting dilaksanakan untuk menghindari sengketa aset di hari kemudian.

“Aset-aset milik NU ini tersebar di seluruh penjuru, khususnya di Kecamatan Banyuwangi. Biasanya aset tersebut dimanfaatkan untuk tempat ibadah atau lembaga pendidikan. Kita akan turun dengan bekerjasama kepada masing-masing pengurus ranting. Malam ini saya dan jajaran pengurus turun di Ranting NU Pakis,” kata Ust. Musollin saat dimintai keterangan NU Online usai kegiatan sosialisasi sertifikasi di Masjid Nur Yasin Fatimah, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Rabu, 01 Juli 2020.

Lebih jauh ia menyebutkan, secara teknis program percepatan sertifikasi ini digerakkan melalui jajaran pengurus di Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU). Lembaga ini dipimpin langsung oleh H. Mujiono beserta jajarannya.

“Saya mengimbau seluruh warga nahdliyin untuk lebih pro aktif mengikuti seluruh regulasi yang disosialisasikan oleh tim. Karena program ini penting demi kebaikan bersama, khususnya dalam penyelamatan aset-aset milik NU dari permasalahan sengketa dan transparansi kepemilikan,” ungkap Mushollin.

“Tak sedikit kasus pernah terjadi dalam sebuah pembangunan masjid yang telah selesai dibangun mengalami sengketa oleh ahli warisnya karena missed communication. Nahasnya, proses gugatan dimenangkan oleh ahli warisnya, dan berujung masjid yang telah berdiri kokoh hasil gotong-royong masyatakat dirobohkan kembali, hingga diganti pembangunan toko swalayan oleh ahli waris. Makanya, program ini harus dimaksimalkan, agar kasus serupa tidak terulang kembali,” pesan Musollin menutup keterangannya.

Senada hal itu, Mujiono merasa senang melihat antusias pengurus masjid dan mushala yang hadir di forum sosialisasi sertifikasi malam itu. Sejak awal, pihaknyamenjelaskan kepada sejumlah warga nahdliyin berkaitan mekanisme pengisian dan kelengkapan formulir pendataan tanah wakaf.

“Sudah detail kita tadi berikan penjelasan secara langsung. Melalui pengurus ranting, berkas-berkas yang diperlukan untuk dipersiapkan. Jika kesulitan, tim kita siap melaksanakan pendampingan ke mushala atau masjid yang bersangkutan sampai selesai,” kata Mujiono.

Berkaitan dengan adanya kemungkinan administrasi pembayaran, dia menjelaskan hal itu bisa diantisipasi oleh kas masjid atau mushala yang telah diakumulasi setiap periode. Masalah ini dapat disikapi sesuai dengan kesepakatan masing-masing. Misalnya kerjasama dengan pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

“Semoga seluruh agenda ini diberikan kemudahan dan kelancaran. Dan semoga seluruh pengurus selalu diberikan kesehatan dan keberkahan untuk mengabdi melayani masyarakat,” ungkap Mujiono.

Ketua Tanfidziyah Ranting NU Pakis Imron Rohadi menyebutkan, dirinya telah membentuk tim khusus yang ditugaskan menjemput bola dalam kelengkapan administrasi yang telah dijelaskan ke seluruh pengurus mushala dan masjid kelurahan Pakis.

“Secara keseluruhan, di Kelurahan Pakis ini rerdapat 4 masjid dan 13 mushala di bawah naungan langsung Nahdlatul Ulama. Sebelum blanko disetorkan ke MWC NU, ada tim dari ranting yang akan verfikasi terlebih dahulu atas kelengkapan administrasinya,” ungkap Imron.

Dia mengaku program kerja percepatan sertifikasi ini memang sangat ditunggu-tunggu oleh jamaah. Seluruh jajaran dan anggotanya sangat antusias menyambut kedatangan jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Banyuwangi, hal itu terlihat saat menyimak beberapa keterangan pra syarat administrasi yang harus dilengkapi.

“Semoga pelaksanaan proses pengurusan sertifikat ini berjalan lancar dan cepat. Agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ungkap Imron.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Banyuwangi H. Kasiyanto menghimbau kepada seluruh pengurus takmir masjid atau mushala se-Kecamatan Banyuwangi untuk segera mengurus legalitas sertifikasi tanah wakaf.

“Malam ini kita turun, selain dalam rangka mengikuti rangkaian kegiatan sosialisasi pelaksanaan sertifikasi tanah wakaf. Misi berikutnya kita memberikan edukasi kepada pengurus masjid dalam teknis manajemen pengelolaannya. Kita sudah jadwalkan dalam waktu yang ditentukan akan turun ke semua masjid dan mushala untuk konsolidasi program kerja dan kekeluargaan,” kata Kasiyanto.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Banyuwangi Sri Widiyanto, menilai turba dalam rangka sosialisasi sertifikasi tanah wakaf kepada pengurus mushala dan masjid yang ada di Kelurahan Pakis ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Orgnisasi masyarakat ini benar-benar menjadi mitra kerja bagi pemerintah melayani masyarakat semua.

“Saya menghimbau rakyat harus pro aktif dalam pengurusan legalitas tanah wakaf ini. Untuk keamanan dan kenyamanan kita semua saat pelaksanaan ibadah dan bermasyarakat,” kata Pak Wid sapaan karib Sri Widiyanto. (Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here