H. Abdul Nasir Basrawi saat menjadi pemateri pondok ramadan di hadapan puluhan santri yang hadir di aula serbaguna Masjid al-Ikhas Karangrejo, Ahad (19/05) siang. (Foto; Wafa)

Benteng Terakhir Ajaran Islam yang Membawa Rahmat Berada di Akar Rumput

Banyuwangi – Wakil Rais Syuriah Ranting NU Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi H. Abdul Nasir Basrawi menegaskan benteng terakhir ajaran islam yang membawa rahmat berada di akar rumput (lapisan ranting NU).

Penegasan tersebut disampaikan saat dimintai keterangan usai mengisi materi pondok ramadan yang diselenggarakan oleh Ranting NU Karangrejo melalui takmir Masjid al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (19/05) siang.

Dia melanjutkan inisiasi dari dilaksanakannya kegiatan pondok ramadan ini untuk penanaman dan sekaligus mengajarkan pada pikiran dan hati santri-santri TPQ se-wilayah Karangrejo khususnya islam yang membawa rahmat dan dengan penuh kedamaian. Pasalnya, ancaman perang ideologi telah nyata. Betapa banyak keresahan yang muncul akibat ideologi radikal ini.

“Karenanya kita manfaatkan kesempatan liburan dan waktu luang yang banyak ini untuk santri-santri TPQ diajarkan nilai-nilai islam yang memberikan rahmat bagi semesta. Alhamdulillah ada banyak puluhan santri yang terjaring dalam program ini dari kalangan Sekolah Dasar (SD) sampai kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA). Ini adalah program pertama yang diawali pada Ramadan tahun ini,” tutur H. Nasir sapaan karibnya yang sekaligus menjabat Ketua Takmir Masjid al-Ikhlas, Karangrejo.

Seluruh santri selama pondok ramadan diajarkan beberapa materi diantaranya adalah tartil Qur’an, fiqih, akhlaq,  islam rahmatan lil alamin, dan wawasan kebangsaan. “Kelas diawali sejak pukul 13.30 WIB sampai shalat tarawih berjamaah. Dilaksanakan rutin setiap hari. Dengan pelakasanaan kegiatan ini harapannya adalah bertahap mencetak kader penerus yang mengajarkan dan melaksanakan nilai-nilai keislaman yang membawa rahmat bagi semesta alam,” pesan H. Nasir.

Sementara itu, salah satu santri Rahmad Akbar Maulana menjelaskan, keikutsertaan dalam kegiatan pondok ramadan ini untuk menambah ilmu baru tentang keislaman yang moderat, bukan radikal.

“Saya resah. Begitu banyak timeline medsos saya disesaki oleh fatwa dan konten-konten islam yang meresahkan. Dari semua permasalahan ini saya ingin lebih banyak belajar lagi di sini tentang islam yang memberikan kesejukan bagi seluruh manusia, bukan saling klaim kebenaran. Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat, banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Semoga kajian-kajian seperti ini berlangsung terus-menerus, tidak hanya berhenti sampai pada kegiatan ini saja,” jelas Alan sapaan karib siswa SMA 1 Giri, Banyuwangi saat dimintai keterangan oleh NU Online Banyuwangi. (Sholeh)

Comments

comments

Check Also

KH. Fachrudin Mannan: Surga Merindukan Salah Satu dari Empat Golongan

Muncar, Banyuwangi – Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Muncar KH. Fachrudin Mannan menjelaskan, surga merindukan salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *