Home Berita Aktual Berikut Langkah PC IPNU Memfilter Ideologi Radikal di Banyuwangi

Berikut Langkah PC IPNU Memfilter Ideologi Radikal di Banyuwangi

92
0

Banyuwangi – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) masa khidmat 2020-2022 Achmad Asrorul Umam menjelaskan, program kinerja yang akan digarap dua tahun mendatang tidak hanya fokus pada permasalahan kaderisasi dan organisasi. Lebih jauh, bersama jajarannya kehadiran IPNU juga mampu merespon isu-isu keterpelajaran, diantaranya memfilter ideologi radikal pada pelajar di Banyuwangi.

Komitmen itu diawali dengan menggelar kegiatan “Ngaji Riset” yang digawangi langsung oleh Zainal Mustofa yang juga sebagai Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) Kabupaten Banyuwangi di Kantor PCNU Banyuwangi, Jl. Ahmad Yani No 59 Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.

Umam – sapaan karibnya, membeberkan pentingnya kalangan pelajar membekali dirinya sejak dini dengan ilmu riset. Dari sini mereka akan mampu mendiagnosis isu-isu radikal dan lainnya berbasis akurasi data yang tepat.

“Hasil riset, secara otomatis akan memotret serta menjawab persoalan apapun. Kita sudah siapkan pemateri yang kompeten dan berpengalaman dalam babakan ini,” kata Umam saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon, Senin, 29 Juni 2020.

Direktur Badan Student Riset Centre (SRC) Muhammad Sholeh Muria menjelaskan, tidak semua calon pendaftar dapat diterima secara keseluruhan dalam mengikuti kegiatan ngaji riset itu. Pasalnya banyak diantara para pendaftar yang tak memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan saat screening peserta.

“Banyak dari calon peserta yang gugur akibat tak bisa menuliskan dan menjelaskan potret-potret permasalahan para pelajar yang kontekstual. Sehingga mereka yang lolos merupakan peserta pilihan yang terbaik diantara pendaftar,” jelas Sholeh.

Seluruh peserta, lanjut Sholeh, tidak hanya berkewajiban hadir dan mengikuti saat kegiatan utama. Peserta juga diwajibkan datang pula pasca kegiatan sebagai tindak lanjut.

“Selain review ulang, mereka juga pasti dihadapkan tugas dan penerapan dari materi yang sudah didapatkan. Tugas dan tanggungjawab sudah dikondisikan oleh pemateri dan panitia,” ungkap Sholeh menutup penjelasannya. (Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here