Bertahun-tahun Menderita Tumor, Ainurrohman Ingin Sembuh

Seorang siswa kelas 4 MI Miftahul Ulum Muncar telah berjuang melawan tumor selama bertahun-tahun. Penderitaan yang begitu mendalam itu berawal ketika dirinya berumur 2 tahun.

Awalnya, bocah bernama Muhammad Ainurrohman ini hanya terdapat benjolan kecil di hidungnya, tapi lambat laun benjolan itu membesar. Bahkan, saat ini hampir menutupi wajahnya. Tragisnya lagi, dengan konsekuensi penyakit yang amat berat, si bocah hanya pernah menjalani pengobatan satu kali.

“Kondisi memang seperti ini mas, mau bagaimana lagi. Penghasilan saya hanya cukup untuk makan sehari-hari,” ujar Rusmiyati, ibu kandung Ainurrohman.

Rumah kecil yang ditempati, lanjut Rusmiyati, juga masih meminjam ke orang lain. Dirinya mengaku saat ini bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ya, sang suami telah meninggal dunia sejak Ainnurohman berumur 4 tahun. Penghasilannya sebagai buruh ngasin ikan harus pintar-pintar ia gunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan pendidikan dua anaknya.

“Kadang cukup, tapi lebih sering kurangnya mas,” katanya dengan nada yang sangat lemah.

Rusmiyati mengaku, sebenarnya anaknya pernah di operasi satu kali. Setelah itu benjolan mengecil meski masih terdapat bekas hitam yang lebar. Namun, lagi-lagi karena kekurangan biaya untuk perawatan lanjutan, benjolan itu semakin membesar, bahkan melebihi kondisi sebelum di operasi.

Guru ngaji Ainuurohman, Ustadz Sofyan Andi PR menambahkan bahwa dengan kehidupan yang teramat berat, kondisi rumah yang alakadarnya, namun Ainurrohman adalah anak yang periang. Bukan hanya itu, bocah kecil yang harusnya menikmati masa kecilnya dengan banyak bermain dengan teman-temannya kadang sering merasa kesakitan jika ada yang secara tidak sengaja menyenggol wajahnya. Namun, karena dirinya tidak tega ‘wadul’ ke ibunya, tidak jarang kondisi itu ia diamkan meski sakit tak tertahankan.

“Ainurrohman itu bocahnya ceria, meski merasa kesakitan kadang dia terlihat berusaha keras menahan, takut merepotkan orang-orang di sekitarnya,” ungkap pria yang juga Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Kalimati Muncar ini.

Saat ini, kondisi penyakit Ainurrohman semakin mengkhawatirkan, jika tidak cepat ditangani tentu bisa berdampak buruk. Bukan hanya tumor yang selama ini diderita, mungkin bisa merambat ke organ tubuh yang lainnya. Pasalnya saat ini, benjolan-benjolan itu sudah hampir menutupi wajahnya.

Sadar akan hal tersebut, NU Care LAZISNU Banyuwangi berkunjung di kediaman Ainurrohman Senin (28/1) sore untuk mengetahui segala kebutuhan Ainurrohman. NU Care LAZISNU Banyuwangi mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu meringankan beban yang ditanggung oleh bocah belia tersebut.

NU CARE LAZISNU Banyuwangi Memberikan Bantuan kepada Ainurrohman

“Hari Senin kemarin LAZISNU Banyuwangi Alhamdulillah bisa memberikan bantuan. Tapi kita berharap bisa memberikan bantuan lanjutan hingga Ainurrohman sembuh. Tentu dengan bantuan berbagai pihak. Kami mengajak yang membaca berita ini untuk bersama LAZISNU Banyuwangi turut meringakan beban Ainuurohman,” terang KH. Muhammad Yamien, Lc selaku Dewan Syariah NU Care LAZISNU sekaligus sebagai Ketua MUI Banyuwangi kepada NUOB.

Untuk diketahui, guna mengkoordinir bantuan bisa langsung datang di Kantor NU Care LAZISNU Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani No. 59 Banyuwangi dan bisa menghubungi Ketua PC LAZISNU Banyuwangi Irfan Afandi, M.Si, MM (085230235930).*

Comments

comments

Check Also

KH. Fachrudin Mannan: Surga Merindukan Salah Satu dari Empat Golongan

Muncar, Banyuwangi – Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Muncar KH. Fachrudin Mannan menjelaskan, surga merindukan salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *