FIKROH NAHDLIYAH

Bagaimana Muktamar Ke-IX NU Dibiayai?

oleh: Ayung Notonegoro* Banyuwangi memiliki peranan penting dalam proses perintisan Nahdlatul Ulama. Tercatat, semenjak pertama kali NU didirikan, Banyuwangi telah ikut serta. Melalui KH. Saleh Lateng, Banyuwangi ikut serta menghadirkan perwakilannya dalam rapat pembentukan Komite Hijaz sekaligus awal berdirinya NU di Bubutan, Surabaya, tahun 1926. Kontribusi lain yang cukup penting dari Banyuwangi bagi NU adalah dengan menjadi tuan rumah Muktamar …

Read More »

Perlukah NU Memiliki Lembaga Sejarah?

Perlukah NU Memiliki Lembaga Sejarah? Oleh : Ayung Notonegoro Usia Nahhdlatul Ulama (NU) hampir genap seratus tahun. Satu Abad. Terhitung sejak 31 Januari 1926, saat ini NU telah berusia 91 tahun. Apalagi jika dihitung dengan kalender hijriyah. Usianya telah mencapai 94 tahun semenjak 16 Rajab 1344 H. Dengan usia yang telah tua, bahkan lebih tua dari usia Republik Indonesia sendiri, …

Read More »

Kiai Marwan : NU Harus Pintar Memposisikan Diri

SILIRAGUNG-Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, sebuah pesantren salaf yang terletak di Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi. Pengasuh pesantren ini KH. M. Zainulloh Marwan dikenal seorang kiai yang kharismatik karena kedalaman ilmunya. Selain itu, juga karena keteguhannya dalam menjalankan dakwah diniyyah. Selain aktivitasnya mengasuh para santri, Kiai Marwan juga aktif dalam organisasi Majelis Musyawarah Pengasuh Pesantren (MMPP). Di dalam organisasi …

Read More »

Transformasi nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah

  Oleh: Abdul Kholiq Syafa’at* Ahlussunnah wal jama’ah yang kemudian disingkat Aswaja adalah ajaran murni yang diajarkan dan diamalkan oleh Rasullullah SAW bersama para sahabatnya. Sebagian orang mendefinisikan, Aswaja ini adalah Manhaj al-fikr, atau metode berpikir yang mencakup segala aspek dan dimensi kehidupan dengan dasar at-Tawassut, al-I’tidal, at-Tawazun dan at-Tasamuh. Dalam sebuah hadist disebutkan, Rasulullah SAW mengatakan umatku akan tergolong-golong …

Read More »

Mengabdi di NU Berdasar Pengertian dan Cinta

Kepemimpinan PWNU Jawa Barat merupakan perpaduan antara ajengan (kiai) Pantura dan Priangan. Dari Pantura KH Hasan Nuri Hidayatulloh sebagai ketua tanfidziyah. Sementara dari Priangan KH Nuh Addawami sebagai rais syuriyah. Kedua ajengan tersebut mewakil utara dan selatan Jawa Barat. Kedua ajengan tersebut terpilih pada Konferwil PWNU Jabar ke-17 di Pondok Pesantren Fauzan, Garut, dua bulan lalu. Kemudian dilantik sebagai nakhoda …

Read More »

Tuntutlah Ilmu Debat hingga ke NU

oleh: Ayung Notonegoro Belajar berdebat tidaklah cukup hanya ke PKI dan Masyumi, sebagaimana yang ditulis oleh si juru kliping Muhiddin M. Dahlan di Tirto.id ( https://tirto.id/tuntutlah-ilmu-debat-hingga-ke-pki-dan-masjumi-cgS9 ). Tapi, harus juga belajar kepada kekuatan politik yang semasa dengan dua kekuatan politik di atas – bahkan, kekuatannya mampu bertahan hingga saat ini, dan insyallah hingga kelak yaumil qiyamah – yaitu, Nahdlatul Ulama …

Read More »

Trump dan Masa Depan Dunia Islam

NUOB – Dunia kini semakin banyak mengalami kejutan dan perubahan pola yang mungkin saja memiliki efek jangka panjang yang pengaruhnya juga belum semuanya bisa diperkirakan. Setelah kejutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), kini dunia dikejutkan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat. Ia merupakan kuda hitam yang kini akan memimpin negara adidaya selama empat tahun ke depan. …

Read More »

Membaca Polemik Tafsir Al Maidah Ayat 51

Oleh: Zuhairi Misrawi Hari-hari ini publik di Tanah Air dihadirkan dengan polemik tentang makna yang tersimpan di dalam al-Quran surat al-Maidah ayat 51. Biasanya sebagian kelompok menggunakan ayat ini secara “politis” untuk mengharamkan kepemimpinan non-muslim. Apalagi di saat musim pemilihan kepala daerah, ayat ini makin populer digemakan di masjid-masjid dan forum-forum keagamaan lainnya. Apa sebenarnya makna yang terkandung di dalam …

Read More »

HSN: Meneladani Kiai Saleh Lateng

Tiap tanggal 22 Oktober, semenjak tahun kemarin, negeri ini gegap gempita menyambut apa yang disebut dengan Hari Santri Nasional (HSN). Yang mana, momentum HSN ini adalah untuk mengenang perjuangan para ulama-santri dalam rangka merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Tak heran, jika peristiwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, dijadikan pijakan historis. Karena pada saat itu, Resolusi Jihad benar-benar menggerakkan …

Read More »

Hari Santri, Merayakan Sikap Jalan Tengah

Oleh Abdullah Aniq Nawawi Akhir-akhir ini Indonesia kembali memanas karena politik di Jakarta. Di saat bersamaan kaum santri sibuk menyiapkan peringatan Hari Santri. Ini lebih tinggi dari sekadar politik praktis semacam Pilkada sebab peringatan tersebut adalah mengingat Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama 22 Oktober 1945, sebuah resolusi untuk mengusir penjajah. Maka  memperingatinya, setali tiga uang dengan bersyukur atas anugerah terbesar untuk …

Read More »