Tokoh

Elegi Haji Kiai Dimyati Syafii

Nama Kiai Dimyati Syafi’i memiliki peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Banyuwangi. Ia adalah komandan Hizbullah yang berjuang sengit melawan NICA. Meski berusia muda, namun karena kedalaman ilmu dan sikap kepemimpinannya, pendiri Pesantren Nahdlatut Thullab Kepundungan, Srono ini, juga dipercaya menjadi Rois Syuriah Nahdlatul Ulama pertama PCNU Blambangan pada 1944. Kiai kelahiran Yogyakarta 1912 tersebut, menyimpan kisah teramat mengharukan …

Read More »

KH. Hasan Abdillah, Pemimpin Haji Indonesia Generasi Awal

Haji, sebagai salah satu ibadah wajib, telah dilakukan oleh umat muslim Indonesia sejak beratus tahun silam. Namun, semua jama’ah haji bergerak masing-masing. Tak ada koordinasi yang langsung ditangani oleh negara sebagaimana dewasa ini. Masing-masing mendaftarkan diri kepada agen-agen haji, menyewa kapal dan meminta izin jalan kepada pemerintah kolonial kala itu. Setelah merdeka, Indonesia masih belum bisa mengendalikan jama’ah haji. Selain …

Read More »

Dermawan, Kunci Sukses Kiai Mukhtar Syafaat

Hampir semua orang mengenal Pesantren Darussalam Blokagung. Pesantren yang berada di sudut terpencil ini, kini menjadi pusat pendidikan yang terbesar dan bergengsi di Banyuwangi. Mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi, semua ada. Banyak sudah, alumni dari pesantren salaf ini yang menjadi ulama, tokoh masyarakat hingga pejabat.  . Kebersihasilan Pesantren Darussalam seperti saat ini, tentu tidak terlepas dari peran pendirinya, KH. …

Read More »

Rahasia Kiai Qusyairi Naik Haji Tiap Tahun

Kiai Achmad Qusyairi – Allahuyarham – merupakan ulama besar di Jawa Timur. Mertua Kiai Hamid Pasuruan tersebut, dikenal memiliki ilmu agama yang mumpuni dan ilmu hikmah yang dalam. Setiap hari, para pentakziyah tak pernah sepi berkirim doa di kompleks pemakamannya yang berada di depan Masjid Al-Anwar, Pasuruan itu. Sebagai ulama besar, Kiai Achmad Qusyairi memiliki amaliah yang luar biasa, yaitu naik …

Read More »

Kiai Mahfudz, Politisi NU yang Nasionalis

Jika berbicara tentang tokoh politik berlatarbelakang Nahdlatul Ulama (NU) di Banyuwangi, maka tak bisa melupakan nama KH. Mahfudz Syamsul Hadi. Sosok yang tinggal di Srono pada tahun 50-an ini, adalah seorang aktivis NU yang militan dan memiliki karir politik yang cukup mentereng di zamannya. Tak banyak informasi yang berhasil penulis temukan dari mantan ketua PC GP Ansor Banyuwangi ini. Nama …

Read More »

Jejak Hidup Kiai Syafi’i Pakis

Salah seorang ulama yang cukup disegani di Banyuwangi di era tahun 60 hingga 80-an, adalah KH. Abdullah Syafi’i Pakis (sekarang masuk Kelurahan Sumberrejo). Selain dikenal memiliki ilmu agama yang mumpuni, Kiai Dullah – panggilan akrabnya – dikenal pula memiliki ilmu kanurgan yang pilih tanding. Tak banyak informasi yang bisa digali dari kisah hidup Kiai Dullah. Karena sedikitnya literatur yang menulis …

Read More »

Datuk Abdurrahim, Sang Penasehat Spiritual Bupati Banyuwangi

Makam seorang ulama di Banyuwangi yang cukup ramai diziarahi adalah makam waliyullah Datuk Abdurrahim Bauzir. Komplek pemakaman yang berada di jalan Basuki Rahmat tersebut, kerap dikunjungi oleh peziarah dari dalam maupun luar Banyuwangi. Tak hanya penduduk biasa, para pejabat hingga bupati juga sering datang berdoa. Seperti halnya Bupati Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas. Ia bersama keluarganya memiliki jadwal khusus …

Read More »

Misteriusnya Naik Haji ala Kiai Saleh Lateng

Untuk menunaikan ibadah haji, bagi orang Indonesia, bukanlah perkara yang mudah. Jarak yang terbentang jauh dan biaya transportasi yang tidak murah menjadi penghalang utama. Lebih-lebih lagi pada masa lampau saat alat transportasi tak secanggih saat ini. Saat itu, pada tahun 1947, pelaksanaan ibadah haji kembali dibuka setelah sempat ditutup selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan berkecamuknya perang dunia kedua. …

Read More »

Kiai Abbas dan Kereta Api

Salah satu pesantren tua di ujung timur pulau Jawa ini, adalah Pondok Pesantren Al-Azhar, Tugung, Sempu, Banyuwangi. Konon, pesantren tersebut berdiri sejak tahun 1891. Didirikan oleh seorang kiai asal Yogyakarta, keturunan kerajaan, KH. Raden Abbas Hasan. Setelah melanglang buana mencari ilmu, Kiai Abbas memutuskan untuk menetap di Tugung dan mendirikan pesantren. Berkat kealimannya, pesantren tersebut tak begitu lama menjadi amat …

Read More »

Mbah Manan, Pecinta Ilmu yang Tawadlu

Kecintaan KH. Abdul Manan, Sumberberas Muncar pada ilmu tak perlu diragukan lagi. Hampir seluruh hidupnya diwakafkan untuk ilmu, wa bil khusus ilmu agama. Sedari belia ia abdikan dirinya dari satu pesantren ke pesantren yang lain untuk menuntut ilmu. Bahkan, saat telah berkeluarga, ghirah-nya mencari ilmu tak pernah surut. Setelah sembilan tahun lamanya mondok di Hijaz, Kiai Manan dinikahkan dengan seorang …

Read More »