Dalam 3.5 Bulan, Lazisnu Banyuwangi Gelar Madrasah Amil di 14 Kecamatan

BANYUWANGI, NUOB – Capaian Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh NU (LAZISNU) Banyuwangi patut diacungi jempol. Salah satunya dalam meningkatkan mutu SDM pengelolaan zakat.

Di pengujung akhir tahun 2018, Minggu (30/12), PC Lazisnu Banyuwangi kembali menggeber pelaksanaan Madrasah Amil di dua tempat sekaligus, yakni MWC NU Giri dan di MWC NU Songgon. Artinya, dalam waktu yang relatif cukup singkat hanya 3,5 bulan lembaga NU yang digawangi oleh anak-anak muda ini berhasil menggelar acara pelatihan bagi calon amil tersebut di 14 tempat.

Sekretaris PC LAZISNU Banyuwangi, Imron Rosyadi, M.Pd mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan peran dan fungsi pengurus LAZISNU hingga tingkat kecamatan, bahkan nantinya diharapkan bisa sampai di pengurus anak ranting.

“3,5 bulan kita menggelar Madrasah Amil secara maraton, di awali di Wongsorejo. Pada saat itu kita sendiri yang dilatih menjadi amil yang baik oleh Pengurus Pusat (PP) LAZISNU PBNU. Kemudian, dilanjutkan hingga kalibaru sampai yang terakhir di pengujung tahun ini dilaksanakan di MWC NU Songgon dan MWC NU Giri,” ujar mantan aktivis IPNU ini.

Meski masih banyak kekurangan, lanjut Imron, tetapi ini adalah awal yang baik untuk sinergi gerakan mulai tingkatan cabang, wakil cabang, bahkan hingga tingkatan anak ranting untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya zakat, infaq, dan shodaqoh. Bukan hanya itu, PC LAZISNU Banyuwangi punya keyakinan kuat bahwa dari gerakan inilah nantinya berbagai macam persoalan di tingkatan ranting seperti kebutuhan fakir, miskin, yatim piatu, dan yang lainnya bisa cepat teratasi.

“Jika semua berjalan dengan baik, Insya Allah akan banyak manfaat yang dihasilkan,” ujar laki-laki asli Kelurahan Pakis ini.

Sementara itu, Ketua PC LAZISNU Banyuwangi Irfan Afandi, M.Si menuturkan khusus untuk Minggu depan Madrasah Amil akan di liburkan sementara. Pasalnya, Minggu (6/1) akan digelar evaluasi kegiatan.

“Agar gerakan ini lebih efektif dan bisa berjalan dengan baik, maka kita merasa perlu adanya evaluasi di berbagai aspek. Tujuannya, tentu agar kekurangan-kekurangan yang selama ini ada segera kita perbaiki. Karena, menurut kami yang tidak kalah penting dari adanya Madrasah Amil ini adalah RTL atau rencana tindak lanjutnya, kita akan fokus disitu, sambil melanjutkan Madrasah Amil di 11 kecamatan di tahun 2019,” tutup pria murah senyum ini kepada NU Online Banyuwangi.

Sedangkan Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, Arif Fauzi, MH menambahkan bahwa kegiatan Madrasah Amil ini sebagai kawah candradimuka (tempat menempa diri) para penggerak NU di masa depan. Tujuannya agar peserta kegiatan ini memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan para petugas di lembaga-lembaga zakat lain yang ada di Indonesia.

“Madrasah Amil bisa menumbuhkan gerakan zakat di NU. Kami berharap kegiatan ini menginspirasi agar ke depan semakin baik dalam pengelolaan zakat di NU. Sudah saatnya pergerakan zakat NU dikelola sebaik mungkin,” pungkas pria yang juga Dosen Hukum Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi tersebut. (Muhammad Faishol/jo)

Comments

comments

Check Also

KH. Fachrudin Mannan: Surga Merindukan Salah Satu dari Empat Golongan

Muncar, Banyuwangi – Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Muncar KH. Fachrudin Mannan menjelaskan, surga merindukan salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *