Home Kabar Nahdliyin Dinilai Taati Protokol Kesehatan, Camat Banyuwangi Serahkan Sertifikat Kelayakan di Masjid al-Ikhlas

Dinilai Taati Protokol Kesehatan, Camat Banyuwangi Serahkan Sertifikat Kelayakan di Masjid al-Ikhlas

89
0
Pengurus takmir menerima sertifikat kelayakan dari Kepala KUA Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini yang turut mendampingi Camat Banyuwangi setelah meninjau kelengkapan indikator protokol kesehatan di Masjid al-Ikhlas, Jum'at, 12 Juni 2020. (Foto: NU Online)

Banyuwangi – Masjid al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi mendapat sertifikat kelayakan pelaksanaan ibadah di tengah tatanan normal baru dari pemerintah. Hal itu disebabkan pengurus takmir tetap mentaati aturan protokol kesehatan saat pelaksanaan ibadah di tengah pandemi saat ini.

Camat Banyuwangi Moch. Lutfi menjelaskan, pengurus takmir masjid telah mengajukan permohonan untuk diberikan sertifikasi kelayakan pelaksanaan ibadah dari pemerintah, dengan standard memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Indikator itu dibutuhkan sebagai komitmen pengurus untuk menjaga keamanan jamaah yang terlibat dari persebaran Virus Corona.

Diantaranya pihak pengurus kepada jamaah menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, pengaturan jarak antar jamaah minimal satu meter, penggunaan masker selama ibadah, penyemprotan cairan disinfektan secara berkala, serta memberikan anjuran untuk membawa sajadah secara mandiri.

“Secara langsung hari ini kami bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19, turun untuk meninjau. Ternyata benar, di lokasi pengurus takmir memenuhi sejumlah indikator yang telah kami tetapkan. Misalnya tahapan awal, tiap jamaah harus melakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermometer laser termogun. Terlihat pula masing-masing jamaah menjaga jarak dan menghindari kontak fisik,” kata Lutfi saat dimintai keterangan NU Online,Jum’at, 12 Juni 2020.

Lutfi menjelaskan, pemberian sertifikat kelayakan tersebut sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang harus dilaksanakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Terutama setiap aktivitas di tempat pengajian, tempat Pendidikan al-Qur’an, atau rumah ibadah lainnya.

Dia juga mengingatkan kepada pengurus takmir, secara reguler tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akan turun memantau konsistensi keberlanjutan dalam menjalankan protokol kesehatan. Dengan hasil pantauan secara sembunyi tersebut pemerintah dapat memberikan evaluasi keberlanjutan sertifikasi kelayakan yang telah diberikan.

“Jika diketahui pihak takmir tak konsis menerapkan aturan protokol, secara tegas sertifikat legalitas yang telah diberikan akan kita cabut,” tegas Lutfi.

Wakil Ketua Takmir Bidang Imarah (peribadatan) Masjid al-Ikhlas Ust. Mohammad Samsul Huda mengaku, sertifikat dari pemerintah tersebut sangat penting untuk didapatkan oleh takmir. Karena secara legal pengurus takmir mengantongi izin dari pemerintah saat pelaksanaan ibadah bersama jamaah dengan tetap memenuhi aturan kesehatan yang berlaku.

“Permohonan pengajuan tidak ribet. Asalkan di awal, pengurus dan jamaah masjid komitmen bersama untuk mengikuti protokol kesehatan. Usai pengajuan, nanti akan turun tim survei kelayakan di lokasi pemohon secara langsung,” kata Ust. Samsul Huda yang juga sebagai Rais Syuriah Ranting NU Karangrejo.

“Untuk menjaga konsistensi, bersama pengurus dan jamaah berupaya akan saling mengingatkan. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dengan terus berikhtiyar sesuai dengan anjuran yang ditetapkan pemerintah,” harap Ust Samsul Huda menutup keterangannya.

Secara simbolis pemberian sertifikat kepada pengurus takmir, diserahkan langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Banyuwangi Ahmad Syakur Isnaini yang turut mendampingi Camat Banyuwangi Moch. Lutfi. Ikut menyaksikan rangkaian tersebut, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi KH. Akhmad Musollin yang didampingi sekretarisnya H. Nano Hermawan. (Sholeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here