Home Berita Aktual Gandeng RS NU, KPU Banyuwangi Gelar Rapid Test Covid-19 Untuk PPK, PPS...

Gandeng RS NU, KPU Banyuwangi Gelar Rapid Test Covid-19 Untuk PPK, PPS dan PPDP

142
0

Banyuwangi, NUOB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bayuwangi meggelar rapid tes Covid-19 untuk calon petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di aula kecamatan Giri, Jumat 10 Juli 2020.

Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraini mengatakan, rapid test penting dilakukan untuk menjamin kesehatan para petugas PPDP yang mulai bekerja pada 15 Juli hingga 13 Agustus 2020 mendatang.

“Hari ini kita melakukan rapid test untuk calon petugas PPDP yang akan bertugas mulai tanggal 15 Juli besok. Jadi memang prosedurnya sebelum meraka ditetapkan harus diketaui dulu mereka dinyatakan non reaktif dari Covid-19,” kata Dwi Angraini

Dwi menambahkan, dalam pelaksanaan rapid test, pihaknya bekerjasama dengan tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Banyuwangi, dan tenaga medis Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir, Banyuwangi

Di kabupaten Banyuwangi ada sekitar 3.745 petugas PPDP yang akan menjali rapid test. Namun untuk hari ini rapid tes dijadwalkan hanya 489 petugas PPDP yang tersebar di wilayah daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi kecamatan, Wongsorejo, Kalipuro, Giri, dan Licin.

“Hari ini kita jadwalkan dapil I ada kecamatan, Wongsorejo, Kalipuro, Giri, dan Licin. Jadi sisanya besok mulai pagi sampai malam. Harapan kami setelah rapid test ini semuanya non reaktif,”katanya

Petugas PPDP dalam menjalankan tugasnya harus benar-benar dalam kondisi sehat. Jika saat di rapid test oleh tim medis RS NU ditemukan reaktif, maka yang besangkutan akan dilakukan pergantian petugas.

Sementara yang bersangkutan langsung ditindak lanjuti oleh tim gugus tugas untuk penanganan selanjutnya.

“Karena nanti sebagai dasar bagi petugas PPDP untuk melakukan tugasnya. Supaya masyarakat yang didatangi merasa aman. Kalau ditemukan ada yang reaktif nanti akan kita ganti. Karena ini masih usulan belum ditetapkan. Alhamdulillah untuk kecamatan Giri semuanya non reaktif,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Banyuwangi masih rawan penyebaran kasus Covid-19 sehingga rapid test sangat diperlukan. Sabab dalam menjalankan tugas melakukan proses pencocokan dan penelitian data/ coklit di masa pendemi Covid-19 ini petugas PPDP harus bekerja sesuai tugasnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sekedar diketahui, hingga hari ini Jumat (10/7/2020) tercatat 36 kasus positif Covid-19 di Banyuwangi. Jumlah itu bertambah 2 orang dari sebelumnya 34 orang. Sedangkan jumlah PDP di Banyiwangi mencapai 60 orang.

Dengan adanya penambahan ini, peta sebaran Covid-19 Kabupaten Banyuwangi berubah menjadi orange yang artinya katagori sedang penyebaran Covid-19. Padahal sebelumnya peta sebaran Covid-19 Kabupaten Banyuwangi berwarna kuning yang artinya menunjukan sebara covid-19 rendah. Untuk itu masyarakat Banyuwangi dihimbau tetap mematuhi protokol covid-19. (Hermawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here