IAI Ibrahimy Genteng, Ajak Ratusan Mahasiswa Paham School Well Being

Banyuwangi, NUOB– Ratusan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi khidmat mengikuti Kuliah Umum bertajuk School Well Being di KH As’ad Samsul Arifin Hall Room, Sabtu (28/9) hari ini.

Rektor Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Drs. KH. Kholilurrohman, M.Pd mengungkapkan bahwa acara ini terselenggara sebagai ikhtiar kampus berhaluan Ahlussunah wal Jamaah an Nahdliyyah tersebut untuk meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa di tengah arus global.

“Kita berharap kampus Ibrahimy semakin berkualitas dan semakin bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Falah ini ditengah-tengah acara kuliah umum tidak lupa menuturkan bela sungkawanya terhadap musibah gempa dan tsunami yang melanda masyarakat Kabupaten Donggala dan Kota Palu.

“Selain mendoakan, mari kita bersama-sama menyisihkan sebagian rezeki kita untuk korban bencana Palu dan Donggala,” pesan pria yang akrab disapa Gus Lilur ini.

Sementara itu, Pemateri Kuliah Umum Dr. Nurus Sa’adah, S.Psi, M.Si mengatakan bahwa pengamatan di lapangan, banyak peserta didik di sekolah yang melakukan perilaku menyimpang. Seperti siswa yang malas belajar, tidak mengerjakan PR, membolos, membentuk genk dan berbuat gaduh di kelas, terlambat masuk kelas, berpakaian tidak sesuai dengan ketentuan, dan tidak konsentrasi pada pelajaran, yang berdampak pada prestasi yang kurang.

Kesejahteraan siswa di sekolah (school well being), lanjut Nurus Sa’adah, merupakan masalah yang jarang diperhatikan pendidik. Karena banyak pendidik yang memaknai, kesejahteraan hanya dari terpenuhinya sandang dan pangan para peserta didik. Padahal, peserta didik di era sekarang dihadapkan pada situasi kehidupan yang kompleks, penuh peluang dan tantangan, serta ketidakmenentuan. Diperlukan berbagai kompetensi hidup, agar peserta didik dapat berkembang secara efektif, produktif dan bermartabat serta bermaslahat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

“Sekolah sebagai salah satu wadah yang dapat membantu peserta didik dalam mengembangkan berbagai kompetensi hidup yang dimilikinya. Dalam menciptakanschool well being, diperlukan sebuah sistem layanan pendidikan di sekolah yang tidak hanya mengandalkan layanan pembelajaran mata pelajaran/bidang studi dan manajemen, namun diperlukan juga layanan khusus yang bersifat psiko–edukatif melalui layanan bimbingan dan konseling,” ujarnya.

Dalam konsep school well being, terdapat empat komponen kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu having, loving, being dan health. Jika komponen-komponen tersebut tidak ada di sekolah, dapat menyebabkan peserta didik tidak nyaman selama di sekolah, yang pada akhirnya bisa menimbulkan gangguan perilaku.

“School well being merupakan keadaan sekolah yang memungkinkan individu memuaskan kebutuhan dasarnya, yang meliputi having, loving, being, dan health. Indikatornya adalah siswa sehat, merasa tidak terkekang,
merasa bebas berkreasi dengan keinginannya, merasa dihargai dan bermakna,” terang Doktor Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. (Faishol/Noe)

Comments

comments

Check Also

Gus Makki Ajak MWC NU Perhatikan Kaum Milenial

Banyuwangi, NUOB- Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini sedang menguatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *