Home Berita Aktual Ikuti Arahan PCNU, Warga Karantina Gelar Istighotsah Tolak Bala’

Ikuti Arahan PCNU, Warga Karantina Gelar Istighotsah Tolak Bala’

91
0

Tegalsari, NUOB – Banyak cara yang bisa dilakukan dalam penanganan korona di Blokagung, Karangdoro kecamatan Tegalsari. Sejak malam ini, warga di lingkungan RT 3 RW4 Dusun Blokagung, yang berlokasi di sisi barat pondok menggelar doa tolak balak. Kegiatan yang digagas ketua RT dan warga itu berlokasi di jalan penghubung Dusun Sumberurip desa Barurejo kecamatan Siliragung menuju Kawasan pondok. Ulin Nuha, ketua RT setempat mengungkapkan jika acara ini digelar dengan tujuan agar warga menjadi tenang. “Kita jalani karantina ini dengan ikhlas, sambil berdoa agar segera berlalu,” ujarnya.

Ulin menyebut, ide ini muncul setelah dirinya mendengar imbauan ketua PC NU Banyuwangi kepada warga di luar Blokagung untuk menggelar doa dan istighosah. “Ini dengar dari PC, lha orang lain berdoa untuk kita, kita harus berdoa juga untuk kita dan mereka,” ungkapnya.

Pria yang pernah menjadi bendahara PC NU Banyuwangi ini berharap, dengan adanya doa ini tidak hanya ditujukan santri dan warga di dalam area karantina, proses karantina berjalan lancar. Serta semua pihak yang terlibat bisa melakukan tugasnya dengan baik dengan lancar dan selamat. “Kita ini berdoa untuk tim juga, dokter dan perawat serta relawan itu tugasnya juga berat,” ucapnya.

Ulin Nuha, ketua RT setempat sekaligus penggagas kegiatan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan upaya warga agar kondisi ini bisa segera berakhir. Selain itu, agar kondisi psikologis mereka bisa stabil. ide acara ini muncul saat ada anjuran agar menggelar doa dan istighosah bersama. “Ya intinya doa tolak balak, begitu saja,” Ulin menjelaskan.

Dalam pelaksanaannya, Ulin memastikan protokol kesehatan tetap dipatuhi, warga diimbau ketat untuk mengikuti protokol seperti bermasker dan tidak bersalaman. Sehingga acara ini juga bisa menjadi sosialisasi bagaimana protokol ini diterapkan. Kegiatan doa bersama ini akan digelar hingga beberapa hari ke depan. Selanjutnya mereka akan menggelar di jalan tanpa menggunakan alas. “Semua harus pakai masker, kalau tidak mendingan berdoa dari rumah jangan berkumpul,” tegasnya. (joy/nuob)