Home / Berita Aktual / Ini Pesan Pengasuh Pesantren Minhajut Thulab Krikilan, Saat Halal Bihalal PCNU Banyuwangi

Ini Pesan Pengasuh Pesantren Minhajut Thulab Krikilan, Saat Halal Bihalal PCNU Banyuwangi

Banyuwangi – Pengasuh Pondok Pesantren Minhajut Thulab Krikilan, Glenmore, Banyuwangi, Kh. Toha Muntaha memberikan mauidzah hasanah pada rangkaian acara Halal Bihalal PCNU Banyuwangi di Pondok Pesantren Robithotul Islam, Jenisari, Genteng, Banyuwangi, Ahad (14/7) pagi.

Selain dihadiri oleh ratusan masyarakat dari kalangan nahdliyin dan lintas agama, hadir pula Rais Syuriah PCNU Banyuwangi Kh. Zainullah Marwan, Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi Kh. Mohammad Ali Makki Zaini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan tamu undangan lainnya.

Kiai Toha berpesan kepada kiai dan pengurus NU yang hadir untuk selalu siap menghadapi perubahan-perubahan zaman yang terus dinamis. “Butuh cara-cara baru untuk menghadapinya, tidak menggunakan cara lama. Saatnya media dakwah diperluas dalam dunia virtual selain melaksanakan tugas dakwah secara langsung di tengah-tengah masyarakat,” tegas Kiai Toha.

Pengalaman pribadi Kiai Toha sendiri melaksanakan tugas dakwah dengan menggunakan platform sosial media miliknya. Ia mengatakan konten positif dalam dunia virtual harus terus diisi dengan penuh kesadaran demi mengimbangi konten-konten negatif yang menyeruak di sosial media.

Lebih jauh ia membeberkan perubahan gaya hidup masyarakat dewasa ini yang banyak berubah. “Bagaimana tidak ? Dulu kebutuhan primer manusia hanya tiga, diantaranya; sandang, pangan, dan papan. Sementara saat ini, masyarakat memiliki kebutuhan tambahan penting yaitu paket data internet dan aksesoris,” katanya.

“Dulu dalam hal pangan, makan dengan lauk tahu tempe lengkap dengan nasinya sudah cukup. Tapi sekarang, masyarakat melihat aneka menu masakan yang disajikan dan tempat makan yang mewah. Belum lagi, baru bangun tidur langsung smartphone yang dicari. Semua gaya hidup sudah berubah, termasuk dalam urusan bisnis yang tidak dilakukan lagi secara konvensional,” sambung Kiai Toha.

Karena itu sekali lagi, pesannya, para kiai dan elemen masyarakat harus siap selalu menghadapi perubahan-perubahan yang terus mengalamai perkembangan.

Dalam hal penyelesaian masalah dengan menggunakan cara baru, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan harus selalu optimis. “Kita pasti bisa ! Hilangkan sikap buruk sangka kepada sesama ! Mari kita bersama membangun Banyuwangi menjadi lebih baik lagi,” ajak Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Masalah pendidikan, Anas juga mengajak untuk selalu mendampingi anak-anak. Ia berpesan untuk tidak meremehkan kepada anak-anak yang masih muda.

“Mereka adalah regenerasi penerus dan pemilih pemimpin masa depan. Ada banyak karya yang mereka kerjakan dalam penyelesaian masalah-masalah dengan bisnis startup yang terus mereka kembangkan. Gaji mereka di usia muda sudah ratusan juta, di tengah-tengah tantangan industri 4.0,” kata Anas.

Sudah saatnya sebagai pengurus NU dalam penyelesaian masalah memilih cara-cara baru. Yang cara itu sesuai dengan zaman dan diminati oleh masyarakat luas. “Harus mampu bersaing dengan lompatan-lompatan baru, tidak boleh stagnan, harus lebih baik !” pungkas Anas. (Sholeh)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Tahun ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Hadiri Acara Maulid Nabi di Karangrejo

Banyuwangi – Tiap tahun Pengurus Ranting NU Karangrejo melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *