Kh. Ahmad Shiddiq memimpin jalannya dzikir bersama saat persiapan shalat subuh berjamaah di kediaman Bupati Abdullah Azwar Anas, Ahad (19/05) pagi. (Foto Humas Pemda Banyuwangi)

Ini Sebab Orang Majusi Meninggal Dalam Keadaan Islam

Banyuwangi – Alkisah ada seorang ayah dari kaum majusi yang menempeleng anaknya sangat keras karena satu kesalahan yang dinilainya fatal.

Buka Wakil Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi Ahmad Qosim saat mengisi acara tausyiah pada rangkaian acara sahur bareng di kediaman Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (19/05) pagi, yang dihadiri oleh ratusan jamaah.

Lantas si anak ini mengklarifikasikan langsung kepada ayahnya. Karena, lanjutnya, anak ini menilai tidak ada yang salah atas perilakunya.

“Apa yang menjadikan kesalahan saya yah ?” terang Gus Qosim sapaan karibnya menirukan kisah anak ini di hadapan ratusan jamaah dari berbagai lapisan masyarakat, warga, dan pengurus nahdliyin.

Diam sejenak, Si Ayah melanjutkan. Ayah melihat buah hatinya makan dan minum seenaknya tanpa rasa bersalah di depan umum di saat kaum muslimin yang sedang melakukan ibadah puasa Ramadan.

“Kau tahu di luar sana kaum muslim sedang melakukan ibadah puasa. Kita harus menghormatinya, meski kita beda keyakinan dan kita tidak melakukan puasa. Sekali lagi ayah berpesan, kau harus menghormatinya nak,” pesan ayah Majusi kepada anaknya.

Dengan amaliah ini, kata Gus Qosim, saat ajal menjemput, ayah Majusi meninggal dalam keadaan islam. Saat sakaratul maut tiba, Allah langsung menuntunnya bersyahadat dan Allah pun meridhainya.

Subhanallah ini adalah kisah yang luar biasa sekali para jamaah yang dapat diambil hikmah bersama. Bagaimana dengan amaliyah memberikan hormat kepada kaum muslimin dalam melakukan puasa saja menjadikan seorang majusi ini meninggal dalam keadaan muslim dan diridhai. Semoga kita yang muslim harus lebih memberikan hormat atas datangnya bulan penuh rahmat dan ampunan-Nya ini dengan melaksanakan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh, memperbanyak ibadah, dan muhasabah pada diri sendiri untuk menjadi umat muslim yang lebih baik dari tahun ke tahun,” pesan Gus Qosim.

Sementara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran para jamaah sekalian.

“Terimakasih banyak bapak ibu telah menyempatkan hadir memenuhi undangan kami untuk sahur bersama. Saya pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya atas seluruh kekhilafan. Mohon sambung doa semoga saya dan keluarga selalu diberikan kekuatan untuk mengemban amanah dan diberikan kemudahan untuk terus melakukan ibadah,” tutur Anas.

Usai acara berakhir dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman antara satu jamaah dengan jamaah lainnya yang hadir. Tak tertinggal Bupati Anas juga melakukan salam-salaman. Turut hadir para Kiai dan Habaib diantaranya adalah Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Kh. Ahmad Shiddiq, Ketua Tafidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Kh. Ahkamad Mushollin, dan Habib Abdurrahman. (Sholeh)

Comments

comments

Check Also

KH. Fachrudin Mannan: Surga Merindukan Salah Satu dari Empat Golongan

Muncar, Banyuwangi – Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Muncar KH. Fachrudin Mannan menjelaskan, surga merindukan salah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *