Keberadaan “Mereka” Semakin Mengukuhkan Semangat Kita (Gerakan Pemuda Ansor)

Berbagai aliran dan faham dalam islam merupakan suatu keniscayaan adanya. Dari sekian aliran yang ada bisa kita titeni, ada satu kelompok islam yang mendapatkan serangan bertubi-tubi (berbagai sisi) dari kelompok-kelompok islam yang tak sepaham dengannya, tak lain satu kelompok islam tersebut pengikut Asy’ariyyin dan Maturidiyyin yakni kelompok islam yang masih setia dan tetap komitmen sampai detik ini hatta ila yaumil qiyamah menjaga dan melestarikan ajaran islam ahlussunnah wal jama’ah yang ajaran-ajarannya terkontitusionlisasikan dalam jam’iyyah nahdlatil ulama ( NU ), sementara gerakan pemuda ansor bagian darinya.

Tidak berlebihan kiranya kalau dikatakan,_ NU sebagai organisasi, satu-satunya yang menjaga kemurnian syariat islam yang diajarkan Nabi, terlepas adanya klaim kelompok lain yang mengaku pengikut ajaran ahlussunnah.

“Mereka yang sedikit-sedikit takbir, sebenarnya mereka tak benar-benar ingin membela ajaran islam pun mereka tak sungguh-sungguh ingin menegakan syariat islam”, mengingat dawuh Abah Lukman. Kalau meneropong sejarah, bukankah yang melatarbelakangi lahirnya firqah-firqah dalam islam karena faktor politik dan kekuasaan sampai kepada munculnya berbagai macam paham dan aliran, mulai dari saling kafir mengkafirkan, bid’ah membid’ahkan dan parahnya hingga terbunuhnya sahabat Nabi ?!. Coba kita ingat pelajaran itu, seng dipateni sopo_seng mateni yo sopo ? sama-sama sahabat Nabi !!!, terus ini yang salah apanya? cara berfikir nyala yang salah memahami konsepsi ajaran islam.

Bisa jadi dengan berlindung dibalik kalimat takbir sebenarnya politik dan kekuasaan kepentingannya !. Santai saja sambil nyruput kopi, mari kita lihat bersama dewasa ini siapa yang suka koar-koar kafir dan bid’ah?. Jelas bukan organisasi kita.

Oleh karena itu teringat inti pesan pengasuh ponpes Daruttaufiq saat gerakan pemuda ansor berhalaqah, ketika kita merasa belum memiliki kapasitas ilmu berdebat dengan mereka, kita ajak mereka ke Kyai kita guna mencari kebenaran. Ntoh, tidak semua dari mereka yang mengajak berdebat bertujuan untuk mencari kebenaran dari paham yang mereka nyakini, terbukti ketika kalah berdebat apakah mereka mengikuti ajaran ahlussunnah wal jama’ah?. Jawabnya tidak !!!. Kalau dikasih keterangan dan penjelasan mereka ngeyel masak si-masak si, pokoknya gini dan gitu. Jelaslah mereka seperti itu, karena ilmu mereka hasil karantina dua sampai tiga bulan saja, masak mau disejajarkan dengan Kyai-Kyai NU yang ilmunya diriyadhoi bertahun-tahun selama di pesantren.

Ulasan Halaqah Ansor, 18-01-19 di PP Daruttaufiq Tapanrejo-Muncar berakhir Istighfar, astaghfirullah (nuob)

Comments

comments

Check Also

KPK Pemberantasan Radikalisme Agama

Jika saat ini kita mengenal KPK, maka itu adalah Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebuah lembaga yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *