Ketua PCNU memberikan sambutan dan sekaligus pembekalan organisasi kepada ratusan jamaah yang hadir saat halal bi halal dan santunan anak yatim di Masjid Baitul Mustaqim, Ahad (07/7) pagi. (Foto: A. Rahmatullah John)

Ketua PCNU Banyuwangi Tegaskan Pola Manajemen Organisasi NU di Kota dengan Desa Berbeda

Banyuwangi – Ketua PCNU Banyuwangi Kh. Mohammad Ali Makki Zaini menegaskan pola manajemen mengurus organisasi NU di kota dengan desa ada banyak perbedaan. Pasalnya, dari segi karakteristik masyarakat pedesaan cenderung selalu memiliki pola hidup bermasyarakat yang kuat antara satu dengan lainnya. Hal itu bisa dilihat dalam perilaku keseharian masyarakat desa.

Hal pembuka yang  ia sampaikan saat sambutan pada rangkaian acara Halal bi Halal dan Santunan Bersama di Masjid Baitul Mustaqim, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Ahad (07/7) pagi.

Gus Makki melanjutkan, masyarakat desa itu juga masih memiliki cara beradaptasi yang sederhana. “Masih tetap menjunjung tinggi sikap gotong royong dan kekeluargaan antar sesama. Sehingga warga NU di desa lebih mudah dikoordinir untuk mengikuti rangkaian kegiatan NU. Dalam hal ini masyarakat desa selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan kultural NU dan kegiatan lainnya,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono.

Sementara masyarakat perkotaan pada umumnya mampu mengurus diri dan keluarganya sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Masih ditambah masyarakat kota menganut jalur pikiran yang rasional. Juga interaksi-interaksi yang terjadi di tengah kehidupan sosial masyarakat kota cenderung lebih bersifat individu.

“Sehingga saya bisa tegaskan pengurus NU di kota itu tidak perlu pakai orang yang pintar, apalagi keminter sangat tidak dibutuhkan sekali tipe pengurus seperti itu. Yang dibutuhkan pengurus NU di kota ialah pengurus yang memiliki waktu alias kober. Karena itu pengelolaan manajemen organisasi NU di kota dalam hal perencanaan program, mengorganisasi, mengkoordinasi, sampai pengontrolan harus lebih matang. Harus bisa, karena SDM pengurus kota rerata sudah atau sedang menempuh sarjana,” katanya di hadapan perwakilan pemerintah kecamatan, perwakilan pengurus Baznas Kabupaten Banyuwangi, dan ratusan warga nahdliyin yang tergabung dalam pengurus dan anggota Upzis Care dan Lazis se-wilayah kerja MWC NU Kecamatan Banyuwangi.

“Karena tantangan NU ke depan sangat dinamis. Tantangan semakin sulit, bukan semakin mudah. Butuh banyak pengorbanan waktu dan kesempatan dari pengurus untuk memberikan pelayanan yang segar kepada umat,” tegas Gus Makki

Yang selanjutnya, kata Gus Makki, pengurus NU mulai sekarang harus memberikan langkah konkrit dengan program-program yang dijalankannya untuk masyarakat nahdliyin. “Saya meminta kepada ketua-ketua ranting NU yang hadir pagi ini, mulai sekarang harus memiliki basis data berapa jumlah warga yang kurang mampu yang ada di sekitar ! Setelah terdata, kemudian bertahap berikan manfaat kepada mereka dalam bentuk bantuan atas solusi permasalahannya apapun itu !” tutup Gus Makki.

Rangkaian pagi itu juga dilangsungkan santunan kepada ratusan anak yatim  dengan melibatkan pengurus-pengurus ranting NU se-Kecamatan Banyuwangi. Acara pemungkas pagi itu dilangsung kegiatan ruqyah yang dibuka secara umum oleh tim Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA). (Sholeh)

 

 

Comments

comments

Check Also

Alumni Cabang IPNU Banyuwangi Tegaskan Belajar Jangan Tanggung

Muncar, Banyuwangi – Alumni Pimpinan Cabang IPNU Banyuwangi Samsul Arifin menjelaskan ada banyak hal yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *