Home Berita Nasional Ketua RMI NU Jatim KH. Muhammad Zaki Hadziq Berpulang ke Rahmatullah

Ketua RMI NU Jatim KH. Muhammad Zaki Hadziq Berpulang ke Rahmatullah

91
0

Ramadan 2020, KH M Zaki Hadzik masih ngaji online di Pesantren Tebuireng. Mbalah kitab Mauidzoh Usfuriyah..

Disitu ada cerita. Ada orang mati. Lalu teman-temannya ketemu dalam mimpi. Temannya pun tanya; “bagaimana Allah memperlakukan mu?” Yang meninggal menjawab; “Allah memberiku suguhan yang enak-enak.”

Sebab apa? “Sebab doa orang ndeso.”

Ada orang ndeso yang ikut menyalati jenazahnya. Orang ndeso ini ternyata berdoa dalam hatinya. “Ya Allah, jenazah ini semasa hidupnya pernah memberiku jamuan yang enak-enak. Sekarang dia adalah tamu Mu, berilah dia jamuan yang enak-enak sebagaimana ia menjamuku dulu.”

Berkat doa itu, yang meninggal diberi Allah jamuan yang enak-enak di kubur nya.

Sahabat-sahabat Ansor Jombang harus mendoakan Gus Zaki seperti itu. Khususnya yang menghadiri silaturahmi di pondok Gus Zaki yang baru, SMP Terpadu Alkhodijah, jelang Ramadan 2019. Silaturahmi sore hari itu juga dihadiri Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Semua jamuan makan yang enak-enak hari itu. Dorprize puluhan sarung, kitab dan lain-lain yang dibagikan. Seluruhnya support Gus Zaki..

Sejak jadi sekretaris Rijalul Ansor Jombang 2016, kami sudah beberapa kali ngundang Gus Zaki untuk ngisi rutinan majelis dzikir dan salawat di Masjid Agung. Sampek sungkan ngundang karena Gus Zaki mesti tidak mau menerima amplop yang diberikan..

Jelang berangkat haji 2019, beliau masih sempat ngisi Rijalul Ansor di Masjid Agung. Bahkan beliau memberikan dua dorprize sarung. Salah satunya merk BHS..

Akhir 2019, Rijalul Ansor ingin membedah kitab Annurul Mubin fi Mahabbati Sayidil Mursalin karya KH Hasyim Asy’ari dalam rutinan Masjid Agung. Cari kitabnya kemana-mana tidak ada. Balik lagi sambat Gus Zaki. Akhirnya beliau beri kitab gratis sekitar 30 eksemplar..

Profil Almaghfurlah

Almarhum Gus Zaky adalah 3 bersaudara dari pasangan ibu Nyai Hj. Khodijah binti KH. Hasyim Asy’ari & Mbah Yai Hadziq bin KH.Mahbub (Ketanggungan Brebes).

Tiga (3) bersaudara tersebut adalah :
1.Gus Ishomudin Hadziq (Alm)
2.Gus Fahmi Amrulloh Hadziq
3.Gus M.Zaki Hadziq (Alm).

Beliau² ketiga bersaudara tersebut termasuk cucu Hadratusy syeikh Mbah Hasyim Asy’ari dari pernikahannya dengan Bu Nyai Masruroh binti KH.Hasan Muhyi (PP. Kapurejo Pagu Kediri).

Tulisan terakhir Gus Zaki Hadziq tanggal 23 Juni 2020

Ketika Saya sedang nunggoni tukang yg sedang menyelesaikan pekerjaan di Smpt Al Chodidjah Tebuireng, tiba-tiba datang kang Muhajir ini. Lamat-lamat Saya lupa sampai akhirnya Beliau menyebut “Kulo Muhajir”. Oh iya, Beliau yang dulu memandikan Saya waktu kecil ketika nyantri di Tebuireng.

Sebagaimana layaknya alumni pesantren, Kang Muhajir juga bercerita tentang masa dulu nyantri di Tebuireng. Diantara kisahnya adalah “Bagaimana Gus Ya’qub nggonceng Gus Muhaimin Suhadi Pacul Gowang naik sepeda pancal berangkat pagi hari dan pulang besok pagi”. Gus Imin cerita bahwa Dia diajak Gus Ya’qub keliling wilayah timur pulau Jawa dan didaerah tertentu, sambil menunjukkan kesebuah daerah, Gus Ya’qub bilang “iku neroko”.

Nah ini yang menjadi jawaban angen2 Saya, mengapa poro kekasih Allah tidak pernah risau dengan kondisi dunia? Mau demontrasi besar, mau corona menghajar atau apapun yang terjadi, karena Mereka telah dibuka pintu mata hati sehingga kemana roda hidup berjalan, Mereka sudah paham dan nerimo ing pandum.

Monggo disruput kopine, dan semoga Kita diberi mata bathin sehingga tidak mudah gupuh dan nerima ing pandum. Ndunyo sak dermo mampir nyruput kopi simambi mencari bekal untuk perjalanan panjang.

Ya Allah, kami bersaksi Gus Zaki tiyang sae.. Berilah beliau suguhan yang enak-enak di taman surga. (nuob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here