Home / Berita Aktual / Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Melepas Pemberangkatan Peserta Kemah Santri
Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi memimpin upacara pelepasan peserta kemah santri, Ahad (20/10/2019).

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Melepas Pemberangkatan Peserta Kemah Santri

Banyuwangi – Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi KH. Akhmad Musollin menjadi inspektur upacara pelepasan delegasi kemah santri di halaman gedung Islamic Center, Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Ahad (20/10/2019) pagi.

Upacara pemberangkatan tersebut dilaksanakan tepat puku 06.30 WIB. Akhmad Musollin yang mengenakan jas banser itu berjalan memasuki lapangan upacara didampingi langsung oleh Sekretaris MWC NU Kecamatan Banyuwangi Nano Hermawan beserta jajaran.

Upacara pelepasan itu diikuti oleh puluhan delegasi santri dan pelajar yang berasal dari Pondok Pesantren al-Anwari dan SMK Gajah Mada Banyuwangi yang mengikuti rangkaian kemah santri di Bumi Perkemahan Wisata Pinus, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, selama dua hari satu malam. “Semua terbagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari sembilan orang. Sementara empat orang lain, ditunjuk sebagai pendamping dan koordinator di lapangan,” ujar Nano Hermawan saat dimintai keterangan.

Sebagai arahan dan pembekalan kepada peserta delegasi, Gus Musollin – sapaan karib Akhmad Musollin menjelaskan, peranan pemuda dalam kemajuan bangsa. Pemuda saat ini adalah cerminan sosok pemimpin bangsa di tahun yang akan datang

“Demi mencetak generasi pemuda unggul, mereka harus terlibat dalam dunia keorganisasian sejak muda. Langkah ini penting dilaksanakan sebagai proses dalam pembelajaran dan pembentukan mental kepemimpinan kader di tahun mendatang,” ujar Musollin.

Tentu para peserta yang menjadi delegasi kemah santri adalah pilihan dari para pengurus NU yang lolos kualifikasi dari peserta lain. “Karena itu, kesempatan ini jangan sampai disia-siakan. Manfaatkan kesempatan kemah santri ini sebaik mungkin sebagai media belajar, berjejaring, dan penanaman ke-NUan, ke-aswajaan, dan kebangsaan dari para pemateri yang berkompeten di bidangnya,” jelas Gus Musollin.

Dalam penutupnya, dia menegaskan dengan pesan pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari ‘Siapa yang mau mengurus NU aku anggap dia santriku, dan siapa yang menjadi santriku aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya’. (Sholeh)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Tahun ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Hadiri Acara Maulid Nabi di Karangrejo

Banyuwangi – Tiap tahun Pengurus Ranting NU Karangrejo melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *