Home / Berita Aktual / KH Abdillah As’ad : Wasilah alias Perantara Menjadi Media Beribadah

KH Abdillah As’ad : Wasilah alias Perantara Menjadi Media Beribadah

Muncar, Banyuwangi – “Wasilah alias perantara adalah media kita dalam hal beribadah” tegas KH. Abdillah As’ad saat mengisi kuliah shubuh di Masjid Besar at-Taqwa, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Rabu(29/5) pukul pagi.

Dia melanjutkan, tidak ada seorangpun yang bisa terlepas dari wasilah ketika beribadah. Seperti halnya shalat yang menjadi wasilah bertemu Allah SWT. Jadi, wasilah adalah mengambil sebuah perantara untuk menggapai tujuan.

“Wasilah itu halal apabila tujuan perkaranya halal. Begitupun sebaliknya, wasilah akan haram apabila tujuan perkaranya yang haram. Seperti halnya pisau, yang akan halal untuk digunakan menyembelih ayam dan akan haram bila digunakan untuk membunuh orang,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Modern al-Azhar, Muncar kepada puluhan jama’ah yang hadir.

Perlu diketahui, lanjutnya, sebaik-baiknya wasilah itu kepada rasulullah. Dalilnya tertera di do’a setelah adzan. Sayyidina Ali RA pernah berkata bahwa semua do’a aka terhalang-halangi di langit, sampai do’a itu didorong oleh shalawat. “Tidak pantas engkau berharap kepada Allah tanpa menyebut nama Rasulullah Muhammad SAW, karena Rasulullah mempunyai tempat teragung di sisi Allah,” sambung As’ad.

Orang NU pun juga percaya yang namanya barokah. “Para ulama mengartikan barokah itu ziyadatul khoir (bertambahnya kebaikan). Seperti halnya nasi yang dimakan untuk satu orang tapi bisa dimakan untuk lebih dari satu orang. Itulah barokah, jadi manfaatnya itu banyak,” jelasnya, pria lulusan universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Kebiasaan santri dalam hal mencari barokah, ternyata sudah dilakukan oleh para sahabat nabi.”Ngalap barokah sudah dilakukan sejak zamannya sahabat. Seperti halnya ketika melaksanakan haji, rasulullah memotong rambutnya dan potongan rambutnya dibagi-bagikan kepada sahabat. Sahabat pun mengambilnya untuk dijadikan jimat,” pungkasnya.

Kuliah subuh dengan kajian kitab al-Muqtathofat karya KH. Marzuki Mustamar ini rutin dilaksanakan setiap hari Rabu pagi selama bulan suci Ramadhan. Dengan adanya kuliah ini, dapat menambah animo masyarakat sekitar masjid untuk beriktikaf seraya menunggu waktu shalat dhuha tiba. (Firdaus / Sholeh)

Comments

comments

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Tahun ini Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Banyuwangi Hadiri Acara Maulid Nabi di Karangrejo

Banyuwangi – Tiap tahun Pengurus Ranting NU Karangrejo melaksanakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *