Home / Berita Aktual / Kiai Manan Jelaskan Makna Tahun Baru

Kiai Manan Jelaskan Makna Tahun Baru

Banyuwangi – Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Muncar KH Fahcrudin Manan menjelaskan, tahun baru itu budaya, tidak usah ditafsiri macam-macam.

“Hakikat tahun baru menurut islam adalah kehilangan, yaitu kehilangan umur. Jadi, kalau kita renungkan, seharusnya manusia harus sedih, karena berkurangnya umur, bukan malah bahagia ketika tahun baru datang,” jelasnya, seusai mengisi pengajian rutinan Kitab Nashaihul Ibad di Kantor MWCNU Muncar, Selasa malam, 31 Desember 2019.

Jangan ikut orang yang hura-hura dalam merayakan tahun baru, sambungnya, seharusnya perbanyak shalawat, dzikir, istighfar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, baru inilah yang dinamakan menghormati umur yang sudah berkurang.

“Apalagi seorang pemuda, harusnya dapat berfikir bagaimana memanfaatkan momen ini untuk berkegiatan positif, yang bisa menimbulkan banyak kemaslahatan,” tambah Mbah Pukol sapaan akrabnya.

Ia juga menegaskan, penting sekali mempertahankan budaya tapi harus budaya yang positif. “Kalau baik ya teruskan. Kalau sekiranya banyak mudharatnya, ya hentikan,” ucapnya.

“Semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang menciptakan kemudharatan.” harapnya. (Firdaus/Sholeh)

About pcnubwi

Situs Resmi PCNU Banyuwangi

Check Also

Cegah Corona, Ansor-Banser Kecamatan Banyuwangi Semprot Disinfektan Puluhan Masjid hingga Destinasi Wisata

BANYUWANGI – Untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, puluhan masjid dan mushala di kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *