Komunitas Pegon Tuai Pujian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Yogyakarta, NUOB – Kehadiran Komunitas Pegon dalam Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di PP. Al-Munawir, Yogyakarta mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Dalam acara yang digelar selama tiga hari sejak Rabu (10/10) itu, bahkan ditinjau langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin.

Setelah membuka acara, Menteri Agama menyempatkan berkeliling meninjau pameran dan stand komunitas yang menjadi bagian dari acara Muktamar Pemikiran Santri tersebut. Sesampainya di stand Komunitas Pegon, Menteri Agama tertarik dengan salah satu foto lawas yang menampak ayahandanya, KH. Saifuddin Zuhri, tampak berfoto bersama dengan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi tempo dulu.

“Boleh saya memfotonya?” ungkapnya seraya mengeluarkan ponselnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama mengapresiasi kinerja Komunitas Pegon dalam mengumpulkan foto, arsip, manuskrip dan naskah-naskah kuno yang menjadi peninggalan para kiai dan pesantren. “Ini penting untuk dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari ketersambungan antara masa lalu, masa kini dan masa depan keberagamaan kita,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Komunitas Pegon tidak hanya menyajikan foto-foto lawas. Tapi, ada pula sederet naskah kuno keislaman yang dipamerkan. Mulai dari Lontar Yusuf, Lontar Ahmad, Penyerap Gemuruh, Manuskrip Minhajut Dzawin Nadzar, Surat Kiai Asnawi Kudus dan sejumlah kitab bersejarah lainnya.

“Kami sengaja memenuhi undangan kegiatan bertaraf Nasional ini, sebagai upaya untuk mengenalkan khazanah pesantren dan NU di Banyuwangi di tingkat Nasional,” ungkap humas Komunitas Pegon Dani Ainurrofiq.

Selama ini, lanjut Dani, diskursus Islam Nusantara yang sedang menjadi isu hangat dalam kancah pemikiran keislaman sedikit sekali menyinggung peranan Banyuwangi. Baik dalam konteks geografis maupun SDM.

“Kami melihat bukan karena Banyuwangi tak memiliki peranan ataupun pemikiran yang penting dalam diskursus Islam Nusantara. Tapi, karena minimnya penelitian dan publikasilah yang menyebabkannya,” ujar Dani.

“Untuk itu, peran-peran penelitian dan publikasi ini menjadi salah satu fokus yang digarap oleh Komunitas Pegon. Menghadiri event-event santri berskala nasional semacam ini, adalah bagian dari ikhtiyar tersebut,” imbuh Dani.

Komunitas Pegon sendiri merupakan komunitas anak muda NU Banyuwangi yang melakukan penelitian, pendokumentasian dan publikasi terhadap khazanah sejarah pesantren dan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi. Berbagai kegiatan seperti riset, ekspedisi, penulisan, diskusi, penerbitan buku hingga pameran menjadi rutinitas dari komunitas yang didirikan oleh Ayung Notonegoro tersebut.

“Untuk tahu lebih lengkap dan terbaru tentang Komunitas Pegon, sila kunjungi aku media sosial kami. Facebook, instagram, twitter dan youtube semua ada dengan nama akun @komunitas_pegon,” pungkas Dani. (noe)

Comments

comments

Check Also

Gus Makki Ajak MWC NU Perhatikan Kaum Milenial

Banyuwangi, NUOB- Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi, KH. Ali Makki Zaini sedang menguatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *